Caleg Partai Gerindra untuk DPR RI, Iskandar HP Sitorus berfoto bersama peserta kompetisi Games PUBG usai penyerahan sertifikat/foto : yudis

Onlinesumut-MEDAN : Player Unknown Battle Ground atau PUBG belakangan sangat digandrungi kawula muda. Bahkan permainan ini mulai menggeser posisi Mobile Legend yang sempat merajai games paling banyak diminati di tanah air.

Mabok PUBG dengan mudah kita jumpai dimanapun era ini. Setiap kali ada generasi milenial berkumpul, khususnya di kafe dan mereka sibuk dengan ponsel pintarnya sendiri, bisa dipastikan semuanya sedang larut dalam permainan berlatar belakang peperangan itu.

Untuk mengakomodir anak-anak muda penggila games ini, tokoh muda Iskandar HP Sitorus pun sengaja menggelar kegiatan kompetisi PUBG bagi milineal.

Hasilnya, dalam kegiatan bertajuk ‘Games PUBG Membuka Hati Politik Pemilih Millenial’ yang digelar di Pos Kupie, Jl. dr Mansyur, Medan, Minggu (13/1/2019), sebanyak 100 orang kaum milenial turut ambil bagian dalam kompetisi yang digelar secara gratis tersebut.

“Antusias mereka sangat luar biasa. Peserta terpaksa kita batasi. Nanti akan kita tampung di volume kedua. Hari ini terbatas 100 orang yang kita bagi dalam 25 tim. Malah orang-orang muda itu mendorong lahirnya organisasi hobi games di Sumatera Utara agar tidak jauh tertinggal dari kota-kota besar Indonesia. Ternyata, mereka itu peduli kok. Itu yang saya perhatikan, itu saya rasakan. Jadi, stigma bahwa mereka banyak tidak-peduli, itu bagi saya tidak benar. Jadi saya bersemangat untuk membantu mewujudkan harapan mereka mendirikan organisasi” terang Iskandar.

Sebagai Caleg Partai Gerindra untuk DPR RI, Iskandar merasa punya tanggungjawab untuk merangsang jiwa politik para kawula muda di tahun politik ini, lewat hobinya.

“Karena itu sengaja kita pilih tema kegiatan PUBG membuka hati politik milenial. Tujuannya apa, agar mereka mau melek politik. Tapikan kita gak bisa memaksa mereka secara langsung, caranya iya harus begini, kita masuk ke kehidupan hobi mereka” paparnya.

Begitu mengetahui PUBG menjadi permainan yang membuat kalangan muda kecanduan, Iskandar pun mulai menyiasati hal tersebut.

“Para anak-anak muda sekarang inikan diasumsikan cenderung cuek, tak peduli dengan politik. Mereka dituding berfikir instant, semua hal hanya tentang kehidupannya sendiri. Karena itu, idealnya harus diajak pelan-pelan. Agar mereka mau berperan lebih pada negara kita. Ini tentu membutuhkan perhatian pemerintah, agar ke depan mereka tidak menjadi sosok yang dianggap individualistik” harap Iskandar.

Sebagai sosok yang peduli terhadap anak muda, Iskandar pun berencana menggelar kegiatan ini sebanyak 10 volume. “Target kita akan berlangsung sampai mendekati Pemilu April 2019 mendatang. Sambil mereka kita suguhkan permainan yang menjadi hobi, kita juga terus memberi pemahaman politik kepada kaum milenial ini” pungkasnya.

Penulis/Editor : Abdul Rifqi Asfi Ritonga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here