Muhammad Ibrahim Lubis, petani jagung di lahan Datuk Kabu kini hanya bisa terbaring lemah setelah dibacok preman bayaran yang hingga kini belum mampu ditangkap aparat kepolisian/foto : ist

Onlinesumut-PERCUT SEITUAN : Kepolisian Sektor Percut Seituan didesak segera menangkap pembacok Muhammad Ibrahim Lubis, seorang petani jagung di lahan kebun Jl. Datuk Kabu, Gang Satria, Desa Bandar Klippa, Kec. Percut Seituan, Deliserdang.

“Bukti dan saksi sudah cukup untuk melakukan penangkapan tehadap diduga pelaku Alex dan Sabri Cs yang melakukan penganiayaan secara bersama-sama,” tegas pengamat hukum Harlianda Syahputra SH menanggapi peristiwa pembacokan petani jagung kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Sesuai Laporan Polisi Nomor : STTLP/45/I/2019/SPKT Percut tanggal 7 Januari 2019, disebutkan Harlianda, pada hari Senin, 7 Januari 2019 itu korban sedang menanam jagung. Namun pelaku Alex dan Sabri Cs mendatangi dan mengusir korban agar tidak menanami lagi lahan tersebut.

“Lahan pertanian jagung yang dikuasai korban tersebut telah dijual kelompok Sabri Cs kepada Yayasan Islamic Centre. Ini jelas melawan hukum yang dilakukan kelompok preman bayaran tersebut,” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, karena korban yang saat itu tidak mau meninggalkan lahan pertanian jagung yang ditanaminya, kelompok preman bayaran proyek Islamic Centre melakukan perbuatan melawan hukum dengan membacok korban dengan menggunakan pisau egrek. Akibatnya, korban menderita luka robek di bagian kaki kiri dengan 10 jahitan dan luka koyak di bagian kaki kanan.

“Akibat perbuatan pelaku, korban saat ini tidak bisa bekerja dan mencari nafkah buat anak dan istrinya. Selain menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan, korban juga mengalami kerugian perusakan tanaman jagung dan tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarga,” sebutnya.

Agar kejadian ini tidak lagi berulang, kata Harlianda, kepolisian harus segera menangkap pelaku Alex dan Sabri Cs yang saat ini masih bebas berkeliaran, bahkan masih melakukan intimidasi terhadap warga. “Polisi harus berani menghentikan pekerjaan proyek pembangunan Islamic Centre yang saat ini sudah jatuh korban,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Chairul Fadly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here