Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan di Jl. Jenderal AH Nasution/foto : yuds

Onlinesumut-MEDAN : Pemko Medan melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, sampai dengan 31 Desember 2018 berhasil  merealisasikan pajak daerah sebesar Rp1.316 miliar lebih atau 93,44%  dari target yang ditetapkan dalam Tahun Anggaran 2018 yakni sebesar Rp1.408 miliar.

Realisasi pajak daerah itu bersumber dari 8 jenis pajak daerah yakni pajak hotel, restoran, hiburan, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), parkir, Air Bawah Tanah (ABT), Pajak Bumi Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Dari 8 jenis sumber pajak itu, realisasi  pajak daerah yang berasal dari 5 jenis pajak mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Seperti pajak hotel, dari target Rp117 miliar, justru terealisasi Rp119,6 miliar. Kemudian pajak restoran, target Rp170 miliar, terealisasi Rp172,6 miliar. Lalu pajak hiburan, target Rp43 miliar, terrealisasi 43,077 miliar.

Selanjutnya pajak penerangan jalan, target Rp244,7 miliar, terealisasi Rp278,1 miliar. Untuk pajak parkir, dari target  Rp22 miliar, terealisasi Rp22,2 miliar serta PBB dengan target Rp454 miliar dan realisasinya Rp382,4 miliar.

“Untuk pajak BPHTB dan ABT, realisasinya  mengalami penurunan dibandingkan target yang ditetapkan maupun realisasi tahun 2018,” kata Kepala BPPRD Medan Zulkarnain dikantornya di Jl Jenderal AH Nasution Medan, Jumat (11/1/2019).

Zukarnain menjelaskan, BPHTB ditargetkan Rp339,9 miliar, namun yang berhasil terealisasi Rp275,7 miliar. Realisasi ini pun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sebab realisasi pajak daerah dari BPHTB tahun 2017 sebesar Rp401,6 miliar.

Begitu juga dengan ABT. Targetnya tahun 2018 sebesar Rp.13 miliar, namun yang terealisasi  hanya Rp11,1 miliar. “Realisasi ABT tahun 2018 juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 dengan capaian realisasi Rp12,2 miliar,” jelasnya.

Berdasarkan hasil paparan realisasi pajak daerah yang disampaikan itu, Zulkarnain menyimpulkan, ada lima jenis pajak daerah yang  realisasinya  mencapai 100% yakni pajak hotel, restoran, hiburan, PPJ dan parkir. Sedangkan sisanya tiga jenis pajak daerah lagi yaitu BPHTB, PBB dan ABT, realisasinya sampai akhir tahun 2018 tidak mencapai 100%.

Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, kata Zulkarnaikan, tidak tercapainya realisasi pajak daerah dari jenis pajak BPHTB  akibat tidak tercatatnya transaksi pertanahan/properti dalam skala besar selama tahun 2018 sebagaimana yang terjadi pada tahun 2017. Di samping itu juga terjadinya penurunan transaksi pertanahan/properti sepanjang tahun 2018.

Sedangkan untuk PBB, lanjutnya, penyebab tidak tercapainya target  disebabkan realtif masih banyaknya wajib pajak PBB yang belum membayarkan PBB-nya sepanjang tahun 2018. Kemudian akibat masih kurangnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat  untuk membayar PBB tepat waktu.

Mantan Kepala Bappeda Kota Medan itu selanjutnya memaparkan, program kerja yang telah dilaksanakan tahun 2018 dan akan dilanjutkan kembali tahun 2019, salah satunya  pemasangan tapping box untuk beberapa jenis pajak daerah seperti pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

Dikatakan Zulkarnain, tahun 2018, pihaknya telah memasang 100 unit tapping box sebagai alat elektronik untuk memantau dan mengawasi pelaporan SPT Bulanan pajak daerah oleh wajib pajak.  Di tahun 2019, pemasangan tapping box akan terus dilakukan yang pengadaannya bekerjasama dengan Bank Sumut.

“Kita sadar pajak daerah merupakan sumber utama pembentukan PAD. Oleh karenanya guna memberhasilkan pengelolaan pajak daerah tahun 2019, kita akan terus mengkampanyekan gerakan sadar dan patuh pajak daerah sehingga dapat mendukung pencapaian sasaran pembangunan kota tahun 2019 sebagaimana yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Sebelum menuntaskan pemaparannya, Zulkarnain atas  nama Pemko Medan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada wajib pajak karena telah menyelenggarakan berbagai kewajiban perpajakan daerahnya.

Tentunya hal ini dapat menjadi contoh dan pelopor sadar dan patuh pajak daerah, sekaligus menggugah kesadaran wajib pajak lainnya yang belum sepenuhnya taat pajak

“Kita berharap wajib pajak yang belum sepenuhnya taat pajak akan lebih sadar dan taat pajak di tahun 2019 ini. Dengan pajak  daerah yang telah dibayar, Pemko Medan akan terus membangun, memperbaiki serta meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan fasilitas sosial kota yang dibutuhkan masyarakat. Jadi mari kita dukung bersama-sama melalui kesadaran perpajakan yang semakin baik,” harapnya.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here