GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto melakukan penandatanganan PJBL dengan Direktur Utama PT Berkah Alam Lestari Energi Iwan Sugiarjo /foto : yudis

Onlinesumut-MEDAN : PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara, Kamis (13/12/2018) sore, menggelar kegiatan
Amandemen PPA Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) Pembangkit Listrik Tenaga Minihydro (PLTM) Batangtoru-3 berkapasitas 2×5 Mega Watt tentang perubahan skema pembiayaan dengan PT Berkah Alam Lestari Energi.

Lewat penandatanganan yang digelar di ruang Heritage Grand Aston Hotel itu, General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto berharap proyek ini dapat berjalan ke tahap konstruksi.

“Kita harapkan dalam dua tahun ke depan, PLTM ini atau Minihydro ini dapat beroperasi mendukung perkuatan sistem di Sumut. Dan kita patut berbangga karena ini adalah sumber energi baru terbarukan dan kita PLN terus berkomitmen terus mengembangkan tentunya bersama sama dengan pihak swasta” ucap Feby Joko Priharto di sela-sela kegiatan.

Energi baru terbarukan di Sumut, sambung Feby, dipastikan akan mendapatkan porsi yang cukup besar.

“Kurang lebih kita ditargetkan sampai dengan 25 persen. Ini kita harapkan terus kita dorong baik air, panas bumi, bio mas, bio gas, sehingga kelangsungan atau energi fosil yg selama ini kita gunakan dapat terus berkurang dan digantikan sumber energi yang lebih bersih” ucapnya.

Disinggung soal capaian energi baru terbarukan, Feby mengaku bahwa dari target 25 persen sudah nyaris tercapai secara sempurna.

“Kalau porsi saat ini dari komposisi daya yang tersedia kita sudah mencapai 24 persen. Karena sudah hadirnya PLTP Geotermal Sarulla 330 MW yang sebentar lagi juga akan masuk Sorik Merapi, juga dari Geotermal” terangnya.

Namun kata Feby, jangan lupa bahwa pertambahan energi fosil juga terus bertambah.

“Misalnya PLTU 3 dan 4 berbahan bakar Batubara. Kemudian pembangkit-pembangkit lainnya dan ini juga akan menambah komposisi. Jadi saat ini memang sudah cukup, komposisinya sudah sampai dan sesuai target. Tapi pada saat pembangkit lain yang berbahan bakar diluar masuk makanya komposisinya akan berubah” paparnya.

Kata Feby, hingga saat ini di Sumut sudah ada 7 Power Purchasment Agreement (PPA) energi baru terbarukan yang sudah masuk dalam sistem kelistrikan Sumut. Daya listrik dari 7 PPA itu sekitar 70 MW atau rata-rata per pembangkit berkapasitas 10 MW.

“Dan pada tahun 2025, akan tercapai energi baru terbarukan di Sumut hingga 75%,” pungkas Feby.

Menyangkut kendala, Feby mengakui bahwa hal itu terjadi akibat faktor pendanaan.

“Umumnya kontrak kontrak ini terkendala dipendanaan. Dan upaya kita pada sore ini adalah menyepakati perubahan atau skema dari pendanaan sehingga tentunya ini menjadi referensi opsi untuk teman teman pengembang untuk memanfaatkan skema baru” pungkasnya.

Sementara Direktur Utama PT Berkah Alam Lestari Energi Iwan Sugiarjo menegaskan komitmen pihaknya menuntaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Batangtoru 3 kapasitas 2 x 5 MW dalam dua tahun.

Sebagai wujud keseriusan pihaknya, Iwan bahkan menyerahkan surat jaminan dari perbankan yang menjamin pembangunan konstruksi PLTM Batangtoru 3 yang berlokasi di Pahae Julu, Tapanuli Utara .

Selama ini, kata Iwan Sugiarjo, pihaknya mengalami kendala dalam pembangunan PLTM yang memanfaatkan air sungai Batangtoru itu, meskipun PPA atau perjanjian jual beli listrik sudah diteken bersama PLN sejak 2012.

“Kami jujur saja, selama ini terkendala di pembebasan lahan. Masyarakat di sana tidak memberi lahan meskipun kita bersedia membayar dengan harga yang jauh lebih tinggi. Namun sekarang sudah tuntas,” kata Iwan.

Karenanya dengan penandatanganan amandemen, tambah Iwan, pihaknya kembali bersemangat menuntaskan pembangunannya. “Kami akan memulai pembangunannya di awal tahun 2019, mohon dukungan kita semua,” ujar Iwan.

Hadir pada penandatanganan amandemen itu, Senior Manager Niaga PLN UIW Sumut Rino Gumpar Hutasoit, Senior Manager SDM Suyadi dan jajaran direksi PT Berkah Alam Lestari Energi.

Penulis/Editor : Chairul Fadly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here