Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu bersama jajaran Muspida Asahan tampak menunjukkan barangbukti 11 kg sabu asal Malaysia hasil tangkapan Satres Narkoba Polres Asahan dari sindikat narkoba internasional/foto : ist

Onlinesumut-KISARAN : Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan, berhasil mengungkap sindikat narkotika internasional asal Malaysia dalam sebuah penyergapan di jalan umum Dusun 8 Perkebunan PTPN IV Ajamu Desa Teluk Sentosa, Kec. Panai Hulu, Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara, Rabu 12 Desember 2018 Kemarin.

Selain menyita barangbukti 11 kilogram sabu yang dikemas dalam 11 bungkus teh warna hijau, petugas juga terpaksa melumpuhkan dua orang tersangka dengan timah panas yang disarangkan di kaki keduanya setelah mencoba melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Informasi dari pihak kepolisian menyebutkan, peredaran narkotika jaringan internasional ini berhasil dibongkar setelah petugas melakukan pengintaian selama 2 bulan.

Pada Oktober 2018 lalu, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan mendapat informasi adanya sindikat narkoba jaringan Malaysia yang akan masuk ke wilayah Sumatera Utara melalui perairan Kabupaten Asahan.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan kembali mendapat mendapat informasi akan ada kapal membawa narkotika yang masuk ke perairan Asahan.

Setelah 2 bulan melakukan penyelidikan, pada Selasa 11 Desember 2018, petugas membuntuti sebuah kapal yang datang dari Malaysia menuju ke perairan laut Asahan. Petugas terus mengikuti kapal tersebut hingga masuk ke perairan berombang, Kab. Labuhanbatu dan bersandar di aliran sungai Sei Barumun.

Petugas yang terus melakukan pengintaian akhirnya menangkap kedua tersangka saat melintas dengan mengendarai sepeda motor di jalan umum Susun 8 Perkebunan PTPN IV Ajamu, Desa Teluk Sentosa, Kec. Panai Hulu, Kab. Labuhanbatu.

Namun pada saat hendak ditangkap, kedua tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas dan berusaha melarikan diri, sehingga keduanya terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki.

Petugas kemudian memeriksa tas ransel yang dibawa kedua tersangka, dan menemukan 8 bungkus besar kemasan teh yang didalam nya berisi narkotika jenis sabu-sabu. Petugas kemudian memeriksa jok sepeda motor yang digunakan oleh para tersangka, dan kembali menemukan 3 bungkus besar kemasan teh yang juga berisi sabu-sabu. Kedua pelaku bersama barangbukti kemudian diboyong ke Polres Asahan untuk di proses lebih lanjut.

Kedua tersangka masing-masing Rinalta Sembiring Pandia (30), warga Pasar 4 Tuntungan, Kec. Kutalimbaru, Kab. Deliserdang dan Bahtera Sembiring Kembaren (41) warga Kecamatan Pancurbatu, Kab. Deliserdang.

Tak hanya sabu, dari kedua tersangka turut disita sebuah tas ransel, 2 unit handphone dan satu unit sepeda motor Yamaha N-Max BK 3787 AHF.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu memastikan bahwa sabu sabu tersebut berasal dari Malaysia dan rencananya akan di edarkan di Kota Medan.

“Kedua tersangka disuruh oleh seseorang yang berinisial PG untuk menjemput sabu-sabu tersebut dan di janjikan upah 6 juta rupiah. PG merupakan narapidana di salahsatu Lembaga Pemasyarakatan di Sumatera Utara,” papar Faisal yang di dampingi Wakapolres Asahan Kompol Taufik, Kabag Ren Polres Asahan Kompol Yatim, Kasatres Narkoba AKP Wilson Siregar, Kasubbag Humas Polres Asahan Iptu Tisna, Kasi Propam Polres Asahan Iptu Cecep Suhendra saat temu pers di Mapolres Asahan, Kamis (13/12/2018) sore.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Asahan H. Surya beserta Ketua DPRD Kabupaten Asahan H. Benteng Panjaitan, perwakilan Dandim 0208/ Kisaran, Ketua KONI Asahan Nurkarim Nehe serta sejumlah tokoh agama Kabupaten Asahan mengapresiasi kinerja Kapolres Asahan dalam mengungkap peredaran narkotika di Kabupaten Asahan.

“Kami atas nama Pemerintahan Kabupaten Asahan mengapresiasi dan mengacungkan jempol kepada Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu yang baru tiga minggu bertugas di Polres Asahan dan berhasil mengagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Prestasi ini menjadi catatan Pemerintah Kabupaten Asahan atas keberhasilan Kapolres Asahan dalam menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional” ucap Surya.

“Kami berharap kepada Kapolda Sumatera Utara agar memberikan Reward kepada Kapolres Asahan beserta jajaran Satuan Reserse Narkoba dalam penggagalan peredaran narkotika ini,” imbuh Wakil Bupati Asahan itu.

Kapolres Asahan Faisal Napitupulu mengatakan bahwa terungkap nya jaringan pengedar narkotika internasional ini merupakan bukti keseriusan pihak nya dalam memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Asahan.

Faisal juga mengajak masyarakat Kabupaten Asahan untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba.

“Kami tidak akan memberi ampun bagi para bandar maupun pengedar narkotika. Jangan coba-coba mengedarkan narkotika di Kabupaten Asahan, siapapun pelaku nya pasti akan kami tindak tegas,” pungkas orang nomor satu di Polres Asahan tersebut.

Penulis/Editor : Kemala Utari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here