Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu didampingi Kapolsek Pulau Raja Iptu Rianto memaparkan pelaku pembakaran rumah dan mobil milik warga/foto : ist

Onlinesumut-KISARAN : Tim gabungan Satreskrim Polres Asahan bersama Polsek Pulau Raja, berhasil membekuk seorang pelaku pembakaran sebuah rumah di Dusun 3 Desa Aek Loba, Kec. Aek Kuasan, Kab. Asahan yang terjadi Selasa, 4 Desember 2018 lalu.

Data dari pihak kepolisian menyebutkan, terungkapnya kasus itu berawal informasi dari Kepala Desa Aek Loba bahwa rumah warga bernama Anto Tarigan dibakar oleh orang tak dikenal (OTK).

Petugas Kepolisian Polsek Pulau Raja dan Polres Asahan kemudian mendatangi lokasi kejadian. Selain melakukan olah TKP, untuk mengusut kejadian itu, petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi mata.

Dari keterangan sejumlah warga, polisi mencurigai seorang pelaku yang bernama Luhut May Fredi Hutagalung. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan menangkap pelaku saat berada di warung tuak di Dusun 1, Desa Pulau Rakyat Tua, Kec. Pulau Rakyat, Asahan.

Saat di mintai keterangan, pelaku mengakui perbuatannya telah membakar rumah milik Anto Tarigan. Selain itu pelaku juga mengakui pernah membakar warung tuak milik Ronni Rumapea di Dusun 3 Desa Aek Loba, Kec. Aek Kuasan, membakar 3 unit mobil di Dusun 1 dan membakar 1 unit mobil di Dusun 2 Desa Aek Loba Afdeling 1 Kec. Aek Kuasan.

Tersangka juga mengakui bahwa peristiwa pembakaran tersebut dilakukannya dalam 2 bulan terakhir.

Saat diinterogasi, tersangka mengatakan tidak memiliki masalah dengan pemilik rumah dan mobil.

“Enggak ada masalah aku sama pemilik rumah atau pun pemilik mobil itu bang. Ku bakar gitu aja rumah dan mobil-mobil itu,” terang Luhut santai.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu mengatakan, 6 peristiwa pembakaran yang terjadi dalam 2 bulan terakhir di wilayah gukum Polsek Pulau Raja telah berhasil di ungkap oleh Tim Satrskrim Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja.

“Hasil interogasi sementara bahwa pelaku merupakan “alkoholic” atau peminum minuman keras jenis tuak, sehingga memicu untuk melakukan tindak pidana. Namun kami masih mendalami dan jika diperlukan kita akan membawa tersangka ke Polda Sumut untuk di periksa kejiwaan nya,” jelas Faisal di dampingi oleh Kasatreskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kapolsek Pulau Raja Iptu Rianto saat menggelar temu pers di Mapolres Asahan Jumat (7/12/2018).

Menurut keterangan tersangka, lanjut Faisal, pelaku yang tercatat sebagai residivis kasus narkoba tahun 2012 itu, diketahui melakukan perbuatannya seorang diri dan dalam keadaan mabuk.

Pelaku juga pernah merasa sakit hati karena permintaan nya untuk menambah minuman tuak tidak dipenuhi oleh pemilik warung.

“Saat ini tersangka masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Asahan” tegas Faisal.

Kini, akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 188 jo Pasal 187 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Penulis/Editor : Chairul Fadly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here