Bupati Karo Terkelin Brahmana, anggota DPRD Karo Thomas Joverson Ginting Thojog dan Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal saat meninjau lokasi longsor di objek wisata pemandian air panas Daunparis yang menewaskan 7 orang mahasiswa/foto : ist

Onlinesumut-KARO : Tanah longsor yang meluluhlantakkan objek wisata Pemandian Air Panas Daunparis Rajha Ber, di Desa Semangat Gunung, Kec. Merdeka, Kab. Karo, diduga akibat hujan deras berjam-jam yang mengguyur kawasan itu sejak Sabtu malam hingga Minggu (2/11/2018) dinihari.

Dalam peristiwa di lokasi wisata milik Efianto sembiring itu, 7 oran tewas tertimbun reruntuhan tembok penginapan yang ambruk dihantam longsor dan 9 lainnya luka-luka.

Kapolsek Simpang Empat AKP Najrides Syarif yang turun ke lokasi kejadian mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, persis di saat hujan deras masih mengguyur disertai tiupan angin kencang.

“Ketika itu, tiba-tiba bongkahan batu besar jatu dari tebing dan menghantam dinding pembatas gubuk penginapan hingga akhirnya menimbun para korban yang sedang tertidur” ungkapnya.

Dari data yang dihimpun, korban meninggal dunia yakni Emelita Br Ginting, Mohes, Emiya Br Tarigan, Sartika Teresia, Sindy Simamora. Sedangkan dua korban lainnya belum teridentifikasi.

“Lima korban yang meninggal dunia sudah teridentifikasi, namun dua orang lainnya jenis kelamin perempuan belum teridentifikasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karo, Martin Sitepu.

Sedangkan korban yang mengalami luka-luka yaitu Novita Sari (19), Indra (21), Andika (22), Jeanata (18), Desi Br Sinambela (21), Putri Yolanda (19), Afinda (20), Grace (21), Hany Girsang (20).

“Data sementara ada 16 orang korban akibat tanah longsor masing-masing tujuh orang meninggal dan sembilan orang luka- luka,” ujar Martin.

Martin juga memastikan bahwa semua korban merupakan mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Prima Indonesia Medan. Saat kejadian itu, mereka tengah berada di lokasi objek wisata pemandian tersebut.

“Memang tadi pagi cukup deras hujan di Karo sehingga menjadikan bukit itu longsor,” ujarnya.

Usai musibah itu, tim BPBD dibantu personel kepolisian dan warga setempat langsung melakukan evakuasi. Menurut Martin, kelima korban yang meninggal dunia sudah dievakuasi ke RS Amanda. Sedangkan tujuh korban luka dibawa ke RS Amanda dan dua lainnya ke RS Efarina.

“Sebagian keluarga korban sudah ada di sana,” katanya.

Sementara, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu mengimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada bila terjadi hujan lebat, khususnya bagi warga yang tinggal di atas maupun di bawah bukit. Dia berharap warga mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman agar tidak ada lagi korban jiwa akibat longsor.

Tak hanya pihak kepolisian dan BPBD Karo, tampak pula hadir dilokasi Bupati Karo Terkelin Brahmana, anggota DPRD Karo Thomas Joverson Ginting Thojog dan Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here