Kantor Bupati Pakpak Bharat yang disegel KPK pasca OTT terhadap Bupati Remigo Yolando Berutu/foto : dem

Onlinesumut-PAKPAK BHARAT : Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengintensifkan penyelidikan kasus dugaan suap pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan terhadap Bupati Pakpak Barat, Remigo Yolando Berutu.

Tak hanya memeriksa orang nomor satu di kabupaten yang baru berusia 15 tahun di Jakarta, KPK juga mulai menurunkan timnya ke Pakpak Bharat.

Untuk mensterilkan barang bukti untuk menguatan penyidikan, KPK pun memasang garis pembatas (KPK Line) di gerbang dan pintu masuk Kantor Bupati.

Pantauan Onlinesumut, Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pakpak Bharat yang juga terletak di kawasan perbukitan Sindeka juga turut diberi garis pembatas.

Menurut informasi warga sekitar, sejumlag pria yang diduga kuat penyidik KPK, memasang segel itu, Minggu, 17 November 2018 malam.

“Tadi malam beberapa orang KPK datang memasang segel ini” ucap warga sekitar, Senin (18/11/2018).

Sementara, sejumlah petugas Satpol PP Pemkab Pakpak Bharat terlihat hanya berjaga diluar gedung. Sayangnya mereka enggan berkomentar terkait penangkapan bupati.

Baca juga : http://Bupati Pakpak Barat Terima Uang Ratusan Juta untuk Bantu Kasus Istri

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (RYB) terbukti telah menerima uang sebesar Rp550 juta terkait proyek milik Pemkab Pakpak Bharat. Uang itu diduga untuk keperluan pribadi dan mengamankan kasus istrinya di Medan

“Uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan pribadi bupati, termasuk mengamankan kasus yang melibatkan istri bupati yang saat ini ditangani penegak hukum di Medan,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo, saat konferensi pers, di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018) malam.

KPK sudah menetapkan Remigo sebagai tersangka. Ada 5 orang lainnya yang diamankan KPK yakni, Plt Kadis PUPR Pemkab Pakpak Bharat David Anderson Karosekali (DAK), Hendriko Sembiring (HSE), Syekhani (S), Jufri Mark Bonardo Simanjuntak (JBS), Reza Pahlevi (RP).

Selain Remigo, KPK juga menetapkan David dan Hendriko sebagai tersangka.

“KPK telah meningkatkan penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan tiga orang tersangka diduga sebagai penerima RYB, DAK, dan HSE,” ujar Agus.

Remigo dan dua tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here