Penyidik KPK terlihat menyegel Kantor LPSE Pakpak Bharat/foto : dem

Onlinesumut-PAKPAK BHARAT : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupasi (KPK) terus bergerak cepat untuk mengumpulkan berbagai bukti dugaan suap pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu.

Usai menyegel Kantor Bupati dan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Komplek Perbukitan Sindeka, Kec. Salak, Kab. Pakpak Bharat, Senin (19/11/2018) siang, penyidik KPK kembali kedua kantor tersebut.

Pantauan Onlinesumut di lokasi terlihat penyidik lembaga antirasuah itu tiba dengan mengendarai 2 mobil. Saat turun dari kendaraan yang mereka tumpangi, seluruh petugas terlibat mengenakan masker sehingga wajah mereka tidak terlihat jelas.

Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Pakpak Bharat juga terlihat melakukan pengamanan di kedua kantor yang menjadi target penggeledahan. Bahkan wartawan yang sejak pagi tadi menunggu diluar tidak diperkenankan masuk ke dalam areal perkantoran.

Tak hanya kedua kantor tersebut, Kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di komplek perkantoran yang sama turut menjadi sasaran.

Di tengah proses penggeledahan, tampak hadir Asisten II Pemkab Pakpak Bharat Supardi Padang. Sayangnya, sang pejabat enggan berkomentar terkait penggeledahan tersebut.

Begitu melihat wartawan mengubernya, Supardi langsung kabur dan masuk ke dalam mobilnya sebelum akhirnya si pejabat kabur meninggalkan komplek Kantor Bupati.

Setelah beberapa jam melakukan penggeledahan, tim KPK terlihat keluar sambil menyita sejumlah bundelan yang diduga dokumen barang bukti. Sebelum meninggalkan lokasi, KPK juga menyegel kantor LPSE.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here