106 views

Hidup Miskin, Sihotang Berharap Pemkab Batubara Bedah Rumahnya

Onlinesumut-BATUBARA : Upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air, sepertinya belum terealisasi secara maksimal.

Sebaliknya, justru masih banyak masyarakat di tanah air ini yang harus hidup di bawah garis kemiskinan. Penghasilan yang tak memadai, bahkan tempat tinggal tak layak, masih banyak ditemui.

Baharuddin Sitohang adalah salahsatu cerminan itu. Rumah peninggalan orangtuanya di Dusun I Istiqomah Desa Lubuk Hulu, Kec. Limapuluh, Kab. Batubara, kini menjadi satu-satunya harta miliknya.

Miris. Rumah papan beratap rumbia tempat pria 48 tahun itu bermukim dan berteduh dengan keluarganya, jauh dari kata layak. Usang dan hanya berlantai tanah. Karena ketiadaan biaya untuk merehab, akhirnya memaksanya harus pasrah dengan keadaan.

Ditemui dikediamannya, Jumat (9/11/2018), Sitohang pun menceritakan kondisi rumah dan kondisi ekonomi keluarganya.

Sebagai tulang punggung keluarga yang hanya mengandalkan bekerja serabutan dengan hasil pas-pasan, Sitohang harus terus berjuang membiaya istri dan empat anaknya.

“Ya mau bagaimana lagi. Harus tetap berusahalah. Apalagi 2 orang anak kami kini sudah duduk di bangku SD. Tentunya membutuhkan biaya ekstra. Sedangkan satu orang berusia 5 tahun dan satu lagi masih berusia setahun” ungkapnya lirih.

Sitohang juga menuturkan, rumah yang kini ditempatinya bersama sang istri Rushani Pakpahan (42) istrinya dan kempat anaknya, hanyalah rumah warisan orangtuanya yang sejak dahulu tak pernah mendapat sentuhan renovasi.

“Kami sudah tingga bertahun-tahun disini. Dan saya sadar rumah kami ini tidak sehat bagi pertumbuhan anak-anak. Tapi mau bagaimana lagi” tutur Sitohang.

Ironisnya, di tengah kemiskinan yang menghimpit, Sitohang mengaku keluarganya hanya mendapat Rastra. Sedangkan PKH, KIP dan KIS yang menjadi program unggulan pemerintah, tidak pernah mereka.

“Yang bingung kalau anak sakit. Kelimpungan juga mencari pinjaman ke tetangga” sebutnya.

Demikian pula saat menjelang tahun ajaran baru. Sitohang pun mengaku pusing tujuh keliling untuk mencari dana buat kelengkapan sekolah.

“Kini kami hanya bisa berharap kiranya Pemkab Batubara melalui Dinas Sosial berkenan mengikutkan kediaman kami ini dalam program bedah rumah. Selain itu kami juga berharap memperoleh PKH dan KIS dan KIP agar anak-anak dapat hidup layak” harapnya.

Penulis : Kemala Utari
Editor : Teuku Yudhistira

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *