105 views

Cek Kondisi Pulau Terluar, Cara Kapoldasu Antisipasi Penyelundupan dan Terorisme

Onlinesumut-NISEL : Guna mengantisipasi segala bentuk kejahatan khususnya penyelundupan narkoba, ilegal fishing dan berkembangnya terorisme di Sumatera Utara, Irjen Agus Andrianto beserta pejabat utama Polda Sumatera Utara, melakukan pemantauan dan pengecekan daerah kepulauan dan pulau terluar di Nias Selatan (Nisel), Kamis (8/11/2018).

Dengan menumpang kapal cepat MV Mentawai past, Kapoldasu bersama jajarannya melalukan pemantauan ke sejumlah pulau, diantaranya Pulau Telo, Pulau Sibele dan Pulau Hibala.

Sempat terjadi insiden dalam kegiatan itu ketika kapal yang ditumpangi rombongan sempat terhenti dan mati mesin akibat diterjang ombak setinggi dua meter dan kondisi cuaca buruk yang tidak bersahabat karena hujan.

“Pengecekan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi pulau terluar dan masyarakatnya. Selain itu, juga untuk mengantisipasi penyelundupan dan terorisme,” kata Jenderal bintang dua tersebut.

Orang nomor satu di Mapoldasu itu juga menjelaskan bahwa, fokus kegiatan pihaknya adalah memantau pulau terluar di Sumatera Utara yang berbatasan dengan provinsi lainnya.

“Ini dilakukan agar kita mendengar langsung dari masyarakat mengenai kondisinya” tandasnya

Selain itu, Agus bersama jajarannya juga mensosialisasikan bahaya paham radikal dan terorisme agar tidak berkembang di masyarakat, sekaligus mengecek persiapan menjelang dilaksanakannya Pilpres dan Pileg.

“Sumatera Utara itu sangat luas dan luar biasa, inilah salahsatu upaya untuk mengantisipasi berkembangnya paham radikal dan terorisme di masyarakat. Kalau untuk persiapan Pilpres dan Pileg, alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan terkendali,” ucapnya.

Agus menjelaskan untuk membuat Sumatera Utara aman, damai dan kondusif tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang membantu tugas-tugas Polri.

Pengecekan pulau terluar merupakan rangkaian kunjungan kerja Kapolda Sumut di hari ketiga di Nias Selatan. Selain itu.

Kapolda juga mensosialisasikan program 100 hari kerjanya yaitu bagaimana mengatasi kemacetan, menertibkan baleho dan pos polisi yang berdiri diluar tempat yang ditentukan. Serta mendorong dan mensukseskan program Kapolri menjadi polisi yang Promoter dalam melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat.

Editor : Kemala Utari/rel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *