133 views

Sebelum Tewas Ditabrak KRL, Dosen UMSU ini Berencana Jenguk Anaknya di Yogyakarta

Onlinesumut-MEDAN : Sekelumit cerita sedih terus mengiringi duka atas kepergian Dra Hj Latifah Hanum MSi, dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan.

Ternyata, sang dosen FKIP itu berada di Jakarta, hanya untuk transit sementara usai menghadiri pernikahan keponakannya di Tegal, Jawa Tengah.

Dari Jakarta, rencananya wanita berusia 54 tahun itu akan bertolak ke Yogyakarta untuk melepas rindu dengan dua buah hatinya Zakiah Lubis dan Anshori lubis yang sedang menuntut ilmu di bangku perguruan tinggi di kota pelajar itu.

Tapi memang untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ajal lebih dahulu menjemput wanita beranak lima buah pernikahannya dengan mantan Wakil Rektor UMSU Almarhum Sukrawardi K Lubis.

“Kami dan seluruh kerabat tentu sangat terkejut mendengar kabar ini. Tapi inilah kehendak Allah” ucap Syaid Samsu Rijal Almadany, abang kandung korban saat menyampaikan kata sambutannya ketika akan memberangkatkan adiknya dari rumah duka di Jl. Belat No.69 Medan ke tempat peristirahatannya terakhir, Rabu (7/11/2018).

Sambil terisak, Samsu Rijal menuturkan, Latifah Hanum merupakan anak kelima dari 13 bersaudara.

“Dia adik yang baik. Kami ada 13 bersaudara. Meski dia sangat sibuk kesehariannya, dia selalu menyempatkan diri untuk selalu bersilaturahmi. Adik kami ini juga orang yang sangat aktif dalam berorganisasi khususnya Muhammadiyah” kisahnya sambil menangis.

Hal senada juga diutarakan Humas Komisi Yudisial (KY) yang merupakan adik ipar korban, Farid Wajdi yang turut mendampingi korban saat diterbangkan dari Jakarta hingga ke Medan.

“Kami sangat kehilangan beliau” ucap Farid yang juga tampak tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Dalam kata sambutannya itu, Farid juga mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Alumni UMSU di Jakarta dan rekan-rekannya di KY yang telah membantu proses pemulangan jenazah korban.

Sementara, usai Disalatkan di Masjid Taqwa di depan kediamannya, almarhumah selanjutnya dikebumikan di TPU Muslim di kawasan Jl. Tempuling, persis di sisi makam suaminya.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Kodim 0501 JP BS sesuai laporan Pelda Rukidi, Babinss Kel. Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, insiden yang merenggut nyawa wanita kelahiran Kota Padangsidimpuan, 23 September 1964 itu terjadi Selasa 6 November 2018 sekitar pukul 15.00 WIB di pintu perlintasan Stasiun Karet.

Informasinya, ketika palang pintu sudah tertutup, korban dikabarkan menyeberang sambil berlari untuk menghindari KRL yang sudah dekat.

Saat itu, korban pun tersadar ponsel yang berada di genggamannya terjatuh. Begitu korban berusaha mengambil ponselnya, ia malah terpeleset dan terjatuh.

Petugas jaga palang pintu sempat berusaha menolong korban. Naas, pada saat bersamaan jarak kereta api sudah terlanjur dekat. Korban pun tewas seketika tertabrak hingga meninggal di tempat dengan luka kepala terpisah dari tubuhnya.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *