108 views

Buruh di Sumut Kembali Turun ke Jalan, Protes Minimnya Kenaikan UMP 2019

Onlinesumut-MEDAN : Untuk kesekian kalinya, ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Pekerja/Buruh Daerah Sumatera Utara (APBD-SU), kembali turun ke jalan melakukan unjukrasa depan Kantor Gubsu, Selasa (6/11/2018).

Sama dengan isu sebelumnya, dalam aksi ini mereka kembali menyuarakan penolakan terhadap Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2019 yang hanya naik sebesar 8,03 persen.

Koordinator aksi, Amin Basri dalam orasinya mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah dengan mengeluarkan PP nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan telah berimplikasi pada penurunan kesejahteraan pekerja atau buruh.

“Penetapan ini bertentangan dengan UUD 1945 nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan UU nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja atau serikat buruh,” teriak Amin.

Amin juga mengungkapkan bahwa UMP yang ditetapkan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sangat membuat para pekerja dan buruh kecewa. Bahkan menurutnya, dalam penetapan UMP tersebut ada permainan antara mafia pengupahan.

“Kami meminta Gubsu, Edy Rahmayadi merevisi UMP tersebut. Kami juga kecewa dengan Gubsu karena adanya kartel dan mafia upah murah,” kecamnya.

Amin juga menjelaskan bahwa saat ini UMP di Sumut jauh lebih kecil dari Jakarta. “Jakarta UMP saat ini sebesar Rp3,9 juta sementara di Sumut hanya Rp2,3 juta. Layaknya di Sumut itu adalah Rp2,9 juta,” ungkapnya.

Lewat aksi tersebut APBD-SU juga menyatakan sikap untuk mencabut PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan dan mendesak Gubsu untuk menyampaikan rekomendasi kepada Presiden untuk mencabut peraturan pemerintah itu serta menolak formula kenaikan upah minimum dengan rumus inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi.

Di samping itu, buruh juga meminta agar struktur dan skala kenaikan upah menjadi wajib dilaksanakan terutama bagi pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja diatas 1 tahun.

Penulis : Kemala Utari
Editor : Teuku Yudhistira

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *