106 views

Aksi Buruh Protes Minimnya Kenaikan UMP 2019 Diwarnai Kericuhan

Onlinesumut-MEDAN : Setelah menggelar mimbar bebas beberapa jam, unjukrasa ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Pekerja/Buruh Daerah Sumatera Utara (APBD-SU) di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Selasa (6/11/2018) siang, sempat diwarnai kericuhan.

Pantauan di depan Kantor Gubsu, suasana memanas mulai terjadi saat para demonstran mulai ngotot untuk masuk ke dalam Kantor Gubsu.

Salah seorang koordinator aksi yang berdiri di atas mobil komando meminta para pengunjukrasa maju beberapa langkah mendekat ke depan pagar Kantor Gubsu yang terhadang blokade aparat kepolisian.

“Untuk para pengunjuk rasa maju satu langkah,” ucap salah satu koordinator aksi, Amin Basri.

Melihat massa yang sudah mendekat pagar Kantor Gubsu, pihak kepolisian pun merapat untuk mengamankan massa aksi tersebut. Aksi saling dorong pun akhirnya tak terhindarkan.

Karena tak mampu menerobos barisan polisi, aksi pengunjukrasa akhirnya mulai mereda dan memilih mundur dari pagar Kantor Gubsu. Situasi pun mulai terkendali.

Seperti diketahui, ratusan massa aksi dari APBD-SU yang melakukan aksi unjukrasa itu meminta agar Gubernur Sumut merevisi UMP 2019.

Selain itu, mereka juga meminta mencabut PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan serta mendesak Gubsu untuk menyampaikan rekomendasi kepada Presiden agar segera mencabut PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan dan menolak formula kenaikan upah minimum dengan rumus inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi.

Buruh juga meminta agar struktur dan skala kenaikan upah menjadi wajib dilaksanakan terutama bagi pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja diatas 1 tahun.

Penulis : Tari
Editor : Teuku Yudhistira

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *