160 views

Demo Kejati dan Poldasu, Massa 4 Elemen Desak Aparat Bongkar Dugaan Korupsi di Pakpak Bharat

Onlinesumut-MEDAN : Seperti tak ada kata bosan, gelombang aksi menuntut berbagai kasus dugaan korupsi di jajaran Pemkab Pakpak Bharat yang hingga kini tak kunjung tersentuh hukum, terus terjadi.

Seperti yang dilakukan puluhan massa gabungan dari elemen diantaranya Garansi Sumatera Utara, AMSB, FMPP dan GEMA-BACA, Senin (5/11/2018).

Dengan mengusung sejumlah spanduk dan poster, gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Jl. AH Nasution, Medan menjadi sasaran awal pengunjukrasa.

Sejumlah isu yang mereka pertanyakan diantaranya adalah kasus dugaan korupsi dana PKK senilai Rp600 juta lebih yang membelit MT, istri Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu yang hingga kini tak jelas perkembangannya.

“Yang bersangkutan (MT) jelas tidak kooperatif dan tindak taat hukum karena tidak memenuhi panggilan penyidik Poldasu yang menangani kasus ini. Untuk itu kami minta sepantasnya pihak Poldasu mengeluarkan kebijakan baik berupa pencekalan atau lain sebagainya. Apalagi kasus yang menjeranya sejak lama sudah menjadi konsumsi publik dan menjadi pembahasan mahasiswa, pemuda dan Aktivis di Sumatera Utara” teriak Sukri Saleh Sitorus dalam mimbar bebasnya di depan massa aksi yang terlihat melakukan aksi tutup mulut dengan lakban sebagai tanda dibungkamnya penegakan hukum.

Selaku ketua Aliansi Mahasiswa Sumut Bersatu (AMSB), Sukri juga meminta Kapolda Sumut harus tegas dalam menegakkan kebenaran.

“Kami berharap Kapolda Sumatera Utara segera menindaklanjuti kasus dugaan korupsi itu sampai tuntas. Kapolda Sumut harus tegas dalam menegakkan kebenaran dan tidak tebangpilih serta tanpa ada intervensi dari pihak manapun.Tentunya Poldasu diharapkan tidak mudah diintervensi oleh pihak manapun yang dapat memperlambat proses penetapan tersangka” kecamnya.

Sementara itu, Koordinator Garansi Sumatera Utara Hambali Limbong yang turut berorasi menambahkan, selain Garansi, massa dari AMSB, FMPP, GEMA-BACA, akan terus turun ke jalan, untuk mengawal kasus dugaan korupsi di Pakpak Bharat.

“Kami juga akan terus melakukan upaya hukum agar dugaan korupsi yang melibatkan ketua PKK, Setda, serta seluruh di tubuh pemerintahan Pakpak Bharat segera terungkap” desaknya.

Dengan kekuatan 4 elemen, massa juga telah menjadwalkan kembali untuk turun ke jalan dengan jumlah massa besar. Sesuai kesepakatan, hari ini telah kami sepakati untuk menggeruduk kantor Kejatisu dan Mapoldasu. Inilah saatnya, nasib ketua PKK Kab. Pakpak Bharat ditentukan. Apapun ceritanya kita gempur habis” ancam Hambali Limbong.

Menurut Limbong, mereka tidak akan membubarkan diri nantinya, kalau tidak Kajatisu dan Kapoldasu yang terima demonstran.

Kasus lain di dibeberkan juga oleh Sangkot Simanjuntak, Ketua Gema Baca. Ia mendesak Kejaksaan Tinggi Sumut untuk segera memproses Laporan dugaan Korupsi di Dinas Bina Marga Sumut dan Bina Kontruksi Sumut dalam Pengerjaan Proyek Peningkatan Struktur Jalan Provisi Simpang Jambu – Huta Jungak Senilai Rp6.340.000.000 TA 2017 yang pengerjaannya jelas melanggar aturan sesuai acuan undang-undang Bina Marga se-Indonesia.

“Tindakan mereka ini jelas merugikan negara miliaran rupiah” kecam Sangkot.

Setelah beberapa saat menggelar unjukrasa di Kejatisu, massa kemudian bergerak untuk menyampaikan aspirasi serupa ke Mapoldasu.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *