105 views

Cabuli 2 Anak di Bawah Umur, 2 Kakek Tak Berkutik Dibekuk Polres Nisel

Onlinesumut-NISEL : Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Nias Selatan (Satreskrim Polres Nisel), meringkus 2 orang pelaku pencabulan terhadap 2 anak dibawah umur, yang terjadi di 2 lokasi berbeda di Nisel.

Tersangka pertama seorang kakek berusia 60 tahun berinisial AL. Warga Desa Siwalubanua, Kec. Somambawa, Kab. Nisel itu, ditangkap di rumahnya Selasa, 30 Oktober 2018 lalu, berdasarkan laporan keluarga korban berinisial JT (4) warga desa yang sama.

Informasi yang dihimpun, peristiwa diduga pencabulan tersebut terjadi Senin 29 Oktober 2018 lalu. Saat itu korban sedang bermain-main di rumah pelaku.

Kemudian pelaku mengajak korban bermain ke dalam kamar dan menggesek-gesek kan kemaluan nya di bibir kemaluan korban. Saat pelaku sedang membersihkan cairan sperma di bibir vagina korban, ibu korban datang dan melihat peristiwa tersebut, sehingga perbuatan cabul tersebut dilaporkan ke polisi.

Untuk tersangka kedua tersangka berinisial ST berusia 59 tahun, warga Desa Silimabanua, Kec. Somambawa Kab. Nisel. Pelaku diduga melakukan persetubuhan terhadap seorang anak di bawah umur berinisial MG (13) penduduk desa yang sama pada 27 September 2018 lalu.

Saat itu korban yang baru selesai buang air di lokasi pemandian umum, hendak pulang ke rumahnya. Tersangka ST yang diduga sudah mengintip korban langsung menarik korban kembali ke dalam tempat pemandian dan mencabulinya.

Usai melakukan perbuatan bejatnya, pelaku kemudian memberikan uang seratus ribu rupiah sambil mengancam akan membunuh korban apabila memberitahukan peristiwa tersebut kepada orang lain.

Korban yang merasa ketakutan menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada keluarganya, dan kemudian pihak keluarga melaporkan perbuatan tersebut ke Polres Nisel.

Petugas yang menerima laporan langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku saat bersembunyi di dalam rumahnya Sabtu 3 November 2018 lalu.

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F. Napitupulu saat melakukan jumpa pers di Mapolres mengatakan, kedua pelaku mengaku baru sekali melakukan tindakan cabul terhadap korban nya.

“Anak merupakan aset bangsa jadi harus sama-sama kita jaga. Saya imbau kepada masyarakat khususnya para orangtua agar tidak ada lagi kejadian yang merugikan anak. Apabila ada kejadian yang menimpa ataupun merugikan anak, kami akan lakukan tindakan tegas,” tegas Faisal, Senin (5/11/2018).

Tindak pidana terhadap anak ini, lanjut Faisal, bukan merupakan kejahatan biasa, tapi termasuk dalam Serious Crime (Kejahatan Serius).

“Kejahatan terhadap anak ini bukan hanya menjadi perhatian Pemerintah tetapi sudah menjadi perhatian dunia Internasional,” ujar mantan Kasubdit IV/ Renakta Polda Sumatera Utara ini.

Dalam proses penyidikan, pihak Polres Nisel bekerjasama dengan Lembaga Pemerhati Anak untuk memberikan pendampingan kepada pihak korban.

Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) (2) Subsider Pasal 82 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman Kebiri atau hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Penulis/Editor : Kemala Utari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *