76 views

Sebar Hoax Kasus Penculikan Anak, Seorang Warganet Dibekuk Polres Madina

Onlinesumut-MADINA : Kasus ini hendaknya bisa menjadi perhatian bagi para warganet dimana pun anda berada. Karena buah dari kecerobohan anda yang lebih mengutamakan kecepatan jari daripada pemikiran saat memposting sesuatu di media sosial, justru bakal menjadi bumerang bagi diri anda sendiri.

Kasus inipula yang kini menjerat Ishar Efendi alias Raiss Bayo Nasution, pemuda yang bermukim di Desa Huta Puli, Kec. Siabu, Kab. Mandailingnatal (Madina), Sumatera Utara.

Ulahnya yang menyebarkan hoax lewat postingan kasus penculikan anak di Kampung Sihepeng, Madina, malah menjadi tiket ke penjara. Pria ini tak berkutik saat dibekuk petugas dikediamannya Kamis (1/11/2018) sore.

Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji mengungkapkan, tersangka ditangkap berdasarkan keresahan warga akibat postingan informasi bohong atau hoax di akun pribadi facebook milik tersangka terkait penculikan anak pada Oktober 2018 lalu.

“Di dinding akun facebooknya, tersangka Ishar Efendi mengunggah foto seorang pria dengan kondisi tangan terikat dan babak belur dihakimi warga. Jadi tersangka mengatakan bahwa pria itu pelaku penculikan yang diamankan warga Kampung Sihepeng” terang Irsan kepada wartawan.

Kepada penyidik, lanjut Irsan, tersangka mengaku tujuannya memposting hoax itu untuk mengingatkan kepada orangtua agar selalu waspada dan menjaga anaknya.

“Memang bagus tujuannya. Tapi kalau yang disebar juga informasinya tidak jelas dan tak bisa dipertanggungjawabkan, justri malah memicu keresahan begini. Ini pelajaran bagi semua orang yang bermain medsos” tegasnya.

Dari hasil penyelidikan petugas diketahui, bahwa foto yang diunggah tersangka adalah foto dari akun orang lain bernama Marsak Au Bayak, yang lebih dahuku memposting foto pria yang diduga pelaku penculikan di Desa Sihepeng.

Tanpa mengecek kebenarannya, pelaku lantas menyebarkannya hingga kasus tersebut viral dan direspon ratusan warganet.

Sementara, tersangka Ishar telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat Madina khususnya di Desa Sihepeng.

“Saya salah. Maksud saya padahal hanya untuk mengingatkan kepada para orangtua agar senantiasa waspada dan selalu menjaga anak-anaknya” ucapnya menyesal.

Penulis : Kemala Utari
Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *