79 views

Pengunduran Diri Dirut Bank Sumut Ditolak, Gubsu Minta Tanggung Jawab Edie Rizlyanto Selama Bertugas

Onlinesumut-MEDAN : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu ) Edy Rahmayadi mengatakan ada lima hal yang dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Sumut, Selasa (30/10/2018) di Ballroom Lantai 10 Gedung PT Bank Sumut, Medan.

Kelima hal itu antara lain, menolak pengunduran diri Edie Rizlyanto sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut. Dan menyerahkan sementara kepada tiga Direksi PT Bank Sumut yang ada, karena Edie Rizlyanto tidak aktif.

“Permohonan pengunduran diri Edie Rizlyanto sebagai Dirut Bank Sumut ditolak. Dalam arti, Edie Rizlyanto harus mempertanggungjawabkanselama beliau menjabat Dirut Bank Sumut. Dan karena Edie Rizlyanto tidak aktif di Bank Sumut, maka diserahkan sementara kepada tiga Direksi yang ada. Kan tidak boleh Bank Sumut ini berhenti, untuk tugas selanjutnya makanya diserahkan kepada tiga Direksi yang ada, ”sebut Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah usai RUPS-LB PT Bank Sumut.

Selanjutnya, Gubsu memperpanjang dan pengangkatan kembali Komisaris Indipenden5 PT Bank Sumut, Brata Kusuma, karena masanya sudah habis. Kemudian, penetapan kembali atau pengangkatan Dewan Pengawas Syariah PT Bank Sumut, diantaranya Prof DR HM Yasir Nasution sebagai Ketua, Prof DR H Abdullah Syah, MA dan Prof DR H Amiruddin MA sebagai anggota.

Terakhir, menghentikan Hendra Arbie sebagai Komisaris PT Bank Sumut dan mengangkat sementara sampai nanti fit and proper test, Muchammad Budi Utomo sebagai Komisaris perwakilan dari Pemprovsu.

Disinggung, apakah penolakan pengunduran diri Edie Rizlyanto sebagai Dirut PT Bank Sumut, maka Edie Rizlyanto bisa kembali bertugas di Bank Sumut?. Gubsu dengan tegas menyebutkan, menolak pengunduran diri, tetapi tidak mengaktifkan kembali Edie Rizlyanto.

“Kita menolak pengunduran diri dan Edie Rizlyanto juga tidak aktif di Bank Sumut, sambil menunggu dari Badan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Edie Rizlyanto tidak aktif dan diputuskan diserahkan kepada tiga dari empat Direksi Bank Sumut yang ada,” ungkap Gubsu sembari menyebutkan bahwa satu Direksi tidak ditunjuk karena tidak boleh merangkap tugas.

Menyangkut komitmen Pemprovsu terhadap penyertaan permodalan Bank Sumut, Edy Rahmayadi berharap saat ini saham Pemprovsu 41 persen. Dan Pemprovsu berharap sama dengan provinsi-provinsi lain yakni 50 persen.

“Kita berharap sama dengan provinsi lain. Insyaa Allah, Pemprovsu siap menyuntikkan sebesar 50 persen lebih ke Bank Sumut,” sebut Gubsu.

Diketahui, Edie Rizlyanto mengundurkan diri sebagai Dirut PT Bank Sumut menyusul terbitnya Surat Keputusan Menneg BUMN tentang pengangkatan dirinya sebagai Direktur Utama PT. Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo).

Semasa Edie Rizlyanto bertugas sebagai Dirut Bank Sumut, ada beberapa persoalan yang tidak bisa dipandang sebelah mata, yakni penempatan dana sebesar Rp147 miliar di PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Finance. Kemudian laba ditahan sebesar Rp285 yang seharusnya menjadi Pendapatan Asli Daerah Pemprovsu.

Editor : Kemala Utari/rel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *