76 views

Reka Ulang Pembunuhan Sekeluarga di Tamora, Putri Korban Tuntut Semua Pelaku Dihukum Mati

Onlinesumut-TANJUNGMORAWA : Petugas Satreskrim Polres Deliserdang, menggelar reka ulang (rekonstruksi) pembunuhan keluarga Muhajir di Dusun III, Desa Bangun Sari, Kec. Tanjungmorawa (Tamora), Jumat (26/10/2018) sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam reka ulang yang menampilkan 20 adegan itu, 18 adegan diantaranya terjadi di kediaman korban.

Pembunuhan sadis terhadap Muhajir, istrinya Suniati dan anaknya Muhammad Solihin berawal saat tersangka Agua dan Rio berencana menghabisi nyawa ketiga korban di kamdang ayam.

Tindak kejahatan itu lalu mereka lancarkan pada 8 Oktober 2018 malam dengan cara berpura-pura meminjam uang kepada korban hingga akhirnya mereka berhasil masuk.

Setelah di dalam rumah, pelaku lantas mengancam pasangan suami istri (pasutri) itu dengan senjata api dan sangkur. Dalam posisi tak berdaya, pasutri itu lantas diikat dengan lakban.

Putra kedua korban yang masih berusia 12 tahun, Muhammad Solihin yang melihat orangtuanya diikat, tak luput menjadi sasaran penganiayaan. Kedua pelaku bahkan memukul kepalanya dengan menggunakan senjata api revolber rakitan hingga tak berdaya dan akhirnya turut dilakban juga.

Setelah itu tersangma Agus keluar rumah dari rumah korban untuk mengambil mobil. Sedangkan tersangka Rio menjaga korban di dalam rumah. Dalam kondisi lemas, ketiganya lantas dibawa pergi hingga akhirnya dibuang ke Sungai Belumai di Kec. STM Hilir dalam kondisi hidup pada 9 Oktober 2018 dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolres Deliserdang Edy Suryantha Tarigan mengatakan, total ada 20 adegan dalam kejahatan yang dilakukan para tersangka. Adegan 19 dan 20 dilakukan di sekitar aliran Sungai Belumai.

“Hukuman para pelaku tergantung majelis hakim nantinya. Tapi kami menjerat mereka dengan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup” tegas Edy.

Hukuman Mati

Sementara, sepeninggal almarhum Muhajir, keluarga itu kini hanya menyisakan dua putrinya yaitu Desy Rahmawaty dan Pungky Rahmawaty.

Hartoyo, abang kandung Muhajir yang ditemui di sela-sela reka ulang mengatakan, akan membawa Pungky keponakannya yang masih remaja itu ke Ciamis, Jawa Barat.

“Sudah seminggu saya di sini. Pungky nanti akan tinggal sama saya di Ciamis. Besok saya pulang ke kampung di Ciamis,” kata Hartoyo.

Mewakili pihak keluarga almarhum Muhajir, Hartoyo mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang berhasil mengungkap kasus ini dengan cepat.

“Terima kasih sama polisi Pak Kapolda bisa menangkap pelaku,” ungkapnya.

Terkait rumah peninggalan orangtuanya, Desy mengatakan bahwa untuk sementara ini ia dan adiknya belum berniat tinggal disitu.

“Kosongkan aja dulu bang karena masih trauma saya,” ucap Desy lirih.

Ibu satu anak itu juga mengatakan bahwa dia berencana akan mengikuti sidang terhadap para pelaku.

“Sidang nanti keluarga akan datang lihat. Kami ingin tahu hukuman apa yang dijatuhkan. Kami minta hukuman mati semua pelaku!” tegas Desy.

Menurutnya, harapannya itu tentu bukan tanpa alasan. Apalagi pembunuhan itu terjadi dengan alasan yang dianggapnya sangat tak masuk akal.

“Gak benar itu kata si Rio kalau bapak saya ngejek-ngejek orang itu. Keluarga kami gak pernah ribut sama dia. Kami gak tau kenapa dia tega membunuh keluarga saya!” tutur Desy sambil menitikkan air mata.

Keterangan Desy pun mendapat pengakuan dari beberapa warga yang menyaksikan adegan reka ulang.

Menurut mereka, Suniati dan warga lainnya bahkan kurang kenal dengan pelaku Agus dan lainnya.

“Perbuatan mereka sangat biadab. Hukuman yang pantas, nyawa dibalas nyawa!” sorak warga.

Pantauan di lokasi, ratusan warga ikut menyaksikan adegan demi adegan. Bahkan, saking penasarannya, sejumlah warga tampak memanjat atap seng rumah, untuk menyaksikan adegan pembunuhan yang menggemparkan itu.

Diketahui, manajer PT Domas Intiglass Muhajir dibunuh bersama istrinya Suniati serta anak mereka, M Solihin, dengan cara dibuang ke aliran Sungai Belumai, setelah diculik dari rumah pada Selasa (9/10/2018) lalu.

Polisi berhasil meringkus otak pelaku pembunuhan di Kabupaten Kampar, Riau Minggu 21 Oktober 2018.

Agus yang menjadi otak pelaku akhirnya tewas diterjang peluru polisi karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Penulis : Budi Nyata
Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *