107 views

Budayakan Minat Baca, Bazaar Buku Terbesar di Dunia “Big Bad Wolf” Bakal Hadir di Medan

Onlinesumut-MEDAN : Bazaar buku terbesar di dunia ‘Big Bad Wolf’, untuk pertama kalinya dijadwalkan akan hadir di Medan pada tanggal 2 November 2018 – 12 November 2018.

Medan tercatat sebagai kota ketiga dalam perhelatan akbar ini, setelah sebelumnya Big Bad Wolf hadir di Ibukota Jakarta dan di Surabaya.

Khusus di Pulau Sumatera, Medan menjadi kota pertama yang menjadi lokasi penyelenggaraan Big Bad Wolf, sebagai rangkaian menyambut hari Pahlawan Nasional.

Rencananya, bazaar buku Big Bad Wolf diadakan di Gedung Andromeda Ex-Bandara Polonia Medan, selama 10 hari digelar, kegiatan ini akan dibuka 24 jam nonstop dengan penawaran diskon mulai dari 60 hingga 80 persen untuk semua buku impor.

Presiden Direktur PT. Jaya Ritel, Uli Silalahi selaku penyelenggara mengungkapkan, misi untuk menggalakkan budaya membaca sejak dini serta menyediakan akses untuk memperoleh buku yang baik bagi semua kalangan menjadi semangat Big Bad Wolf dalam mempelopori kegiatan ini.

Dalam bidang literasi, kata Uli, Indonesia masih terus berjuang untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang terbilang cukup rendah, namun memiliki potensi peningkatan yang besar jika diberikan fasilitas yang memadai.

“Kami sangat berterima kasih untuk antusiame dan sambutan yang baik dari para pencinta buku khususnya yang berada di Medan, kami juga berharap dengan hadirnya Big Bad Wolf dapat membuat masyarakat untuk lebih mencintai buku serta dapat meningkatkan minat baca pada masyarakat Indonesia, mari kita banyak membaca untuk menghormati jasa pahlawan, karena dengan membaca kita bisa memperoleh pengetahuan untuk membangun bangsa ini dan dengan membaca kita dapat melihat dunia,” ungkap Uli dalam press conference yang digelar di Medan, Selasa (23/10/2018).

Dikatakannya juga, Big Bad Wolf memiliki program yang bernama “Red Readerhood” sebagai tanggung jawab sosial dimana program tersebut mengajak para pengunjung yang hadir untuk mendonasikan buku-buku yang mereka beli kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

Untuk program Red Readerhood Medan, sambung Uli, nantinya akan didonasikan kepada teman teman yang berada di Samosir bersama dengan Yayasan Alusi Tao Toba. Buku – buku yang di donasikan diharapkan dapat bermanfaat dalam kemajuan pendidikan dan menjadi semangat baru untuk lebih gemar membaca mengingat Pulau Samosir masih memiliki keterbatasan dalam akses informasi dan juga pendidikan.

Tahun ini, kata Uli, Bazaar Buku Big Bad Wolf hadir di Medan dengan membawa lebih dari dua juta buku. Buku yang dihadirkan adalah buku impor dengan bacaan yang menarik sehingga diharapkan para pengunjung akan tertarik dan mulai senang untuk membaca.

“Acara Bazaar Buku Big Bad Wolf pertama yang diadakan di Jakarta pada tahun 2016 telah mendapatkan sambutan dan antusiasme yang sangat besar dari masyarakat, yang dihadiri oleh lebih dari 350.000 pengunjung yang tidak hanya berasal dari wilayah Jabodetabek saja, tetapi juga dari Bandung, Semarang, Lampung dan Palembang. Dari sekian banyak genre buku, kategori yang paling banyak terjual merupakan koleksi buku anak-anak, referensi, arsitektur, hobi dan novel. Untuk Bazaar Buku Big Bad Wolf di Medan ini diharapkan dapat dihadiri oleh sekitar 250.000 pengunjung dari Medan dan kota-kota lain di sekitarnya” tandasnya.

Sementara itu H.R. Parlindungan Hutahaean – Regional CEO Region I / Sumatera 1 Bank Mandiri menuturkan, selain menyambut Hari Pahlawan Nasional, pelaksanaan Bazaar Buku Big Bad Wolf juga merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Bank Mandiri ke 20.

Keikutsertaan Bank Mandiri dalam perhelatan ini menunjukkan konsistensi perseroan dalam membangun budaya membaca serta memperkuat awareness masyarakat atas transaksi pembayaran secara non tunai.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap event ini. Tidak hanya di Jakarta dan di Surabaya, warga Medan pun sangat menantikan kapan Bank Mandiri menghadirkan Bazaar Buku Big Bad Wolf di Medan. Untuk itu, sekarang saatnya kami datang menjawab keinginan tersebut” ujar Parlindungan.

Melalui event ini, sambungnya, Bank Mandiri dan Bazaar Buku Big Bad Wolf Indonesia mempermudah akses terhadap buku-buku berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan program diskon hingga 50% dengan fiestapoin, bonus voucher hingga 400 ribu dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debit dan juga cicilan 0% hingga 6 bulan dengan menggunakan kartu kredit Bank Mandiri.

“Kami yakin, melalui event – event seperti ini Bank Mandiri dapat terus berkontribusi untuk melahirkan pahlawan-pahlawan nasional generasi baru, yang ikut serta membangun dan mewujudkan cita –cita bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju ” katanya.

Parlindungan juga mengatakan, pihaknya belajar banyak dari acara di Jakarta dan juga di Surabaya.

“Kami sangat senang karena ternyata minat masyarakat terhadap buku masih sangat tinggi,” sambut Uli Silalahi kembali.

“Kami mempersiapkan lebih dari 2 juta buku dengan penawaran harga yang sangat terjangkau agar setiap pengunjung berkesempatan membawa pulang buku berkualitas sebanyak-banyaknya” pungkasnya.

TENTANG BIG BAD WOLF BOOKS

Big Bad Wolf telah diselenggarakan di berbagai negara di Asia dengan misi untuk menciptakan kemampuan baca.

Bazaar Buku Big Bad Wolf pertama kali dimulai di Kuala Lumpur pada tahun 2009, dan pada 2015 dilaksanakan secara berturut-turut selama 17 hari dengan penjualan lebih dari 3,5 juta buku dan dihadiri oleh 600.000 pengunjung.

Semua yang disediakan merupakan buku-buku baru yang dibeli langsung dari penerbit-penerbit di Inggris, Amerika Serikat dan Eropa, yang kemudian dijual di Asia dengan diskon 60-80 persen.

Di Indonesia, Bazaar Buku Big Bad Wolf dikelola oleh PT. Jaya Ritel Indonesia dengan misi bantu membentuk masyarakat gemar membaca serta mencerdaskan bangsa agar siap memasuki kompetisi masyarakat.

Penulis : Kemala Utari
Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *