78 views

Ejekan Berujung Maut, 1dari 4 Pembantai Keluarga Muhajir Ditembak Mati

Onlinesumut-MEDAN : Sepele memang. Hanya karena tak terima diejek dengan kata-kata ‘Gemuk’, ‘Tuyul’ dan ‘Rombongan Gajah Wes Teko’, seseorang ternyata bisa bertindak sadis terhadap tetangganya sendiri.

Ironisnya, dengan melibatkan tiga orang tetangga lainnya, si pelaku yang bertubuh tambun tersinggung, hingga nekad membantai satu keluarga sekaligus.

Kisah inilah yang ternyata melatarbelakangi kasus penculikan dan pembunuhan sadis terhadap 3 orang dalam satu keluarga penduduk warga Desa Bangun Sari, Kec. Tanjungmorawa, Deliserdang.

Ketiga korban yakni sang kepala rumah tangga Muhajir, sang istri Istiani dan putra mereka yang masih berusia 12 tahun Muhammad Solihin.

Semua itu terungkap setelah perburuan yang dilakukan Tim Gabungan Polda Sumut dengan Jajaran Polres Deliserdang terkait kasus pembunuhan satu keluarga, berakhir dengan penangkapan terhadap empat orang pelaku.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto dalam paparannya kepada wartawan mengungkapkan, kasus ini mulai mendapatkan titik terang setelah petugas meringkus dua orang tersangka bernama Dian dan Yayan yang akhirnya menjadi kunci terungkapnya pembunuhan sadis tersebut

“Peran tersangka Dian ini sebagai pengantar atau pengemudi yang turut ikut terlibat langsung dalam kasus pembunuhan tersebut, dimana berawal membawa korban dan membuang korban yakni Muhajir, Manager PT. Dimas Intiglas serta anaknya di daerah Sungai Belumai STM Hilir, Deliserdang. Kemudian ia juga yang membuang Nuriati istri Muhajir ke laut di Kabupaten Batubara” ungkap Agus dalam paparan yang digelar di RS Bhayangkara Medan, Senin (22/10/2018) sore.

Sedangkan tersangka Yayan dibekuk dikediamannya tak jauh dari rumah korban, setelah diketahui ia berperan sebagai pihak yang menyembunyikan senjata api rakitan dan sangkut milik Agus yang mereka gunakan untuk menghabisi korban.

Didampingi Dirreskrimum Poldasu Kombes Andi Rian Djajadi dan Kapolres Deliserdang AKBP Edy Suranta Tarigan, Agus menjelaskan, berawal dari penangkapan Dian dan Yayan inilah, pihaknya akhirnya mengetahui keberadaan 2 tersangka lainnya yakni Agus Hariadi, residivis kasus perampokan yang ternyata sebagai otak pelaku pembunuhan dan Rio sebagai eksekutor.

“Tim kami mendapat informasi bahwa kedua tersangka melarikan diri ke Pekanbaru, Riau” beber Kapoldasu.

Dengan bermodalkan informasi berharga itu, sambungnya, tim selanjutnya menuju tempat persembunyian tersangka Agus dan Rio yang berhasil ditemukan di Riau.

“Karena tersangka berusaha melawan, akhirnya petugas mengambil tindakan tegas dan mengakibatkan tersangka Agus tewas, sementara itu petugas juga berhasil melumpuhkan tersangka Rio dengan menembak kakinya” tandasnya.

Mantan Dirreskrim Poldasu ini juga menjelaskan, dari hasil interogasi terhadap tersangka pembunuhan, bahwa tindakan sadis yang mereka lakukan bermotif dendam karena sering diejek dengan kata-kata yang dianggapnya sebagai penghinaan.

“Kemudian, 2 hari sebelum kejadian pembunuhan Agus bersama rekannya merencanakan niat jahat tersebut” pungkas Agus Andrianto.

Penulis/Editor : Kemala Utari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *