77 views

29 Siswa Madrasah di Madina Tersapu Banjir Bandang, 8 Orang Ditemukan Tewas

Onlinesumut-MADINA : Bencana kembali menerpa negeri ini, akibat cuaca ekstrem yang terus melanda tanah air.

Kali ini terjadi di Kab. Mandailingnatal (Madina), Sumatera Utara. Hujan deras yang terus menerus mengguyur kawasan ini, Jumat (12/10/2018) sore, memicu banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Madina.

Tak hanya menerjang pemukiman warga, sebuah Madrasah turut tersapu banjir bandang yang turut menyeret lumpur dan material kayu besar.

Kisah pilu pun mencuat. Karena ternyata, saat banjir datang, kala itu sedang berlangsung aktivitas belajar-mengajar sore di Madrasah tersebut. Sebanyak 29 siswa ikut tersapu banjir bandang.

Posisi Madrasah yang berada di tepi sungai membuat puluhan siswa tersebut, tak mampu menyelamatkan diri dari terjangan banjir bandan.

Data Polres Madina menyebutkan, 8 siswa sudah berhasil ditemukan. Naas, semuanya dalam kondisi meninggal dunia.
Sedangkan, 21 siswa masih dalam proses pencarian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal dibantu oleh warga sekitar yang berhasil menemukan jasad 8 korban, langsung dievakuasi ke puskesmas setempat. Kemudian, segera akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

“Kejadiannya berada di tepi sungai, jumlah korban kita belum bisa memastikan. Yang jelas kita lagi berupaya mencari korban itu dulu. Kemudian, kita utamakan nanti baru setelah itu kita invetarisir. Karena beberapa jenazah sudah dievakuasi ke puskesmas,” ucap Kapolres Mandailing Natal, AKBP. Irsan Sinuhaji kepada wartawan, Jum’at malam,12 Oktober 2018 malam.

Dengan kondisi cuaca sedang diguyur hujan, proses pencarian terus dilakukan sampai Sabtu (13/8/2018) dinihari.

Namun, Irsan menyebutkan mengutamakan keselamatan dari tim pencari dan evakuasi korban banjir bandang tersebut.

“Memang tadi ada pelajaran kelas sore Madrasah. Mungkin di atas gunung hujan dan ada kiriman air. Kemudian, dari informasi yang sedang belajar ada 29 orang. Namun, data pastinya nanti kita sinkronkan. Selanjutnya, Kita bekerja harus hati hati karena cuaca hujan prioritas utama kita mencari korban dan tetap mengutamakan keselamatan,” imbau Irsan.

Penulis : Kemala Utari
Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *