565 views

Sungai Meluap Akibat Tingginya Curah Hujan, Kota Stabat Direndam Banjir

by
Suasana di kawasan Stabat, Kab. Langkat yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Bengkel/ist

Onlinesumut-STABAT : Ratusan rumah di Desa Ara Condong, Kec. Stabat, Kab. Langkat, Sumatera Utara, Rabu (10/10/2018), terendam banjir akibat meluapnya Sungai Bengkel yang membelah desa, setelah dipicu tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir.

Tak hanya pemukiman warga, areal persawahan milik warga juga terendam banjir dengan ketinggian antara 50 sentimeter hingga satu meter, hingga para petani terancam gagal panen.

“Banjir mulai terjadi, Rabu dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Warga juga sempat panik hingga terpaksa keluar rumah menyelamatkan diri dan harta benda mereka” terang Rudi warga sekitar.

Menurutnya, selain rumah masyarakat, ratusan hektar lahan pertanian masyarakat juga rusak akibat diterjang banjir.

Rudi juga mengatakan, di lokasi pengungsian, sejauh ini belum ada bantuan yang dipasok Pemkab Langkat terhadap para korban. Secara swadaya warga pun terpaksa mendirikan posko-posko dan dapur umum.

“Para korban berharap, agar pemerintah Kabupaten Langkat khususnya Dinas Sosial dapat melakukan pendataan dan pendistribusian pasokan makanan. Karena sejauh ini masyarakat hanya bisa bertahan di posko-posko buatan dan kantor desa” ucapnya.

Warga juga meminta Pemkab setempat untuk membantu mereka untuk mendirikan lokasi penampungan layak karena mereka masih takut untuk kembali ke rumah jika banjir mereda nanti.

“Kami sangat takut, banjir terus meluas dan meningggi, karena curah hujan saat ini cukup tingggi,” harap beberapa warga.

Terkait bencana ini, Kepala Desa Ara Condong Hasan Basri yang turun langsung ke lokasi banjir mengaku, berdasarkan data mereka, sedikitnya ada sekitar 190 unit rumah warga yang terendam air.

Selain itu, sedikitnya ada sekitar 200 hektar lahan pertanian milik masyarakat terpantau rusak akibat terendam air.

“Penyebab banjir, meluapnya Sungai Bengkel dengan ketinggian air 50 senti sampai satu meter” jelasnya.

Untuk membantu meringankan warga yang terkena banjir, jelas Hasan, pihaknya memutuskan untuk menjadikan kantor desa sebagai posko siaga banjir. Dalam posko itu, pihaknya melibatkan Bidan Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas.

“Langkah ini diambil guna mengantisipasi warga yang sakit, dimana Puskesmas Karang Rejo, telah menyuplai bantuan obat-obatan,” paparnya.

Diakui Hasan, selain menjadikan kantor desa sebagai lokasi siaga banjir, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan dari desa berupa mi instan dan telur.

“Sampai sore ini memang kita akui belum ada bantuan dari Pemkab Langkat. Bantuan yang masuk baru dari anggota DPRD Langkat M Bahri SH berupa mi instan dan telur,” tuturnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Selasa (9/10) sore, tercatat sedikitnya 1.254 KK yang terdampak banjir.

Selain pemukiman dan sawah, berbagai fasilitas umum seperti sekolah dan masjid juga terendam banjir.

Penulis : Kemala Utari
Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *