505 views

Desak Jokowi-JK Turun, Massa HMI Blokade Jalan Selamat Ketaren

by
Aksi massa HMI UIN-SU membakar ban bekas dan memblokade jalan sebagai bentuk desakan mereka terhadap lengsernya Jokowi-JK yang dinilai gagal menjalankan roda ekonomi bangsa/ist

Onlinesumut-MEDAN : Terus melemahnya rupiah atas dolar dan kembali naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di pasaran pada hari ini, mulai memicu reaksi.

Sebagai bentuk protes atas situasi tersebut, puluhan orang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU), Rabu (10/10/2018), menggelar unjukrasa di sekitar areal komplek pendidikan persimpangan Jl. Selamat Ketaren-Jl Williem Iskandar.

Sebagai pelampiasan kekecewaan mereka atas pemerintahan, massa juga melakukan blokade jalan dengan membakar ban bekas di tengah jalan.

“Hari ini kita dihadapkan persoalan yang mirip saat reformasi. Dimana nilai tukar dolar melambung tinggi sehingga terjadi krisis moneter” teriak Koordinator Aksi Dedi Iskandar Siregar di tengah mimbar bebas, Rabu (10/10/2018).

Hingga pada akhirnya, kata Dedi, seluruh civil society bersama mahasiswa, bersatu menumbangkan rezim Soeharto.

“Dalam konteks pemerintahan Jokowi-JK yang sudah memasuki tahun ke empat, nampaknya masyarakat Indonesia berada pada situasi terpuruk sepanjang era demokrasi berjalan. Rezim Jokowi-JK terbukti tidak mampu dan tidak layak memimpin Republik ini” tegasnya.

Dalam orasinya, Dedi juga mempertanyakan janji-janji kampanye Jokowi-JK pada Pilpres 2014 dan konsep nawacita yang ditawarkan.

“Mana yang katanya tidak import beras, buy back Indosat, dan banyak lagi yang hanya omong kosong belaka. Belum lagi ketimpangan yang melebar, kesejahteraan, KKN, penegakan HAM, dan kebebasan berpendapat yang semuanya masih jauh dari arah dan tujuan” kecamnya.

Atas situasi tersebut, massa HMI UIM-SU mengeluarkan 6 butir pernyataan sikap diantaranya meminta kepada Republik Indonesia untuk menstabilkan pemerintah dan realisasi nawacita.

Meminta kepada Republik Indonesia untuk memperbaiki perekonomian rakyat Indonesia.

“Turunkan Jokowi-JK karena tidak mampu memperbaiki tatanan hidup masyarakat yang lebih layak” tegas Dedi.

Kemudian, transparansi penegakan supremasi hukum dan HAM, pemerataan pendidikan dan kesehatan dan normalisasi reformasi sistem keamanan.

Pengunjukrasa juga mengancam akan menurunkan massa lebih besar, jika dalam 1×24 jam, tuntutan mereka tak juga terealisasi.

Penulis : Kemala Utari
Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *