Presiden RI Joko Widodo memberikan keterangan soal pertemuan IMF-World Bank di Bali dalam kunjungannya ke Kampus USU di Medan/ist

Onlinesumut-MEDAN : Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan, pertemuan International Monetery Fund (IMF) dan World Bank di Bali, diakuinya sebagai ajang promosi pariwisata di Indonesia dan dimanfaatkan untuk mendorong perkembangan perekonomian dibidang pariwisata.

Pernyataan itu dilontarkan Jokowi dalam menyikapi pernyataan mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli yang menyebutkan pertemuan itu terlalu memakan anggaran fantastis hingga mencapai Rp830 miliar.

“Ini yang perlu saya sampaikan bahwa annual meeting sebesar itu 15 ribu, yang datang jadi rebutan semua negara. Karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak, paling tidak memberikan citra baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu,” ucap Jokowi kepada wartawan, usai menghadiri Acara Dies Natalies Universitas Sumatera Utara (USU) ke-66 di Auditorium USU di Medan, Senin (8/10/2018) siang.

Diakui Jokowi pula, tidak ada yang mubazir dalam penggunaan anggaran itu, karena semuanya sesuai dengan peruntukan untuk pembangunan berbagai fasilitas pada pertemuan IMF-World Bank, termasuk sebagian digunakan dalam pembangunan infrastruktur di Bali.

“Kedua yang dipertanyakan anggaran. Anggaran itu dipakai untuk memperluas apron di bandara Bali. Dipakai untuk membuat terowongan persimpangan (underpass) yang ada di Bali, sehingga tidak macet. Artinya itu juga nanti setelah ini akan kita gunakan terus. Terowongannya juga akan digunakan terus, kemudian apron untuk parkir pesawat juga dipakai bukan sesuatu yang hilang,” tutur sang mantan Walikota Solo.

Lagi-lagi Jokowi kembali menyebutkan bahwa gelaran pertemuan IMF-World Bank di Bali diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempromosikan pariwisata di Indonesia.

“Bahwa mereka (peserta) membiayai dirinya sendiri. Hotel, dan makan juga biaya sendiri. Kita harapkan justru akan memperkuat promosi untuk Bali dan tempat wisata yang ada di Indonesia. Sama ini kok seperti pertemuan-pertemuan besar yang lain, jadi rebutan semua negara,” ungkap Jokowi.

Sementara itu, persiapan Indonesia sebagai tuan rumah dalam pertemuan IMF-World Bank yang dijadwalkan 8-14 Oktober di Bali, sudah pada posisi siap dan 100 persen untuk diselenggarakan.

Seperti diketahui, pertemuan IMF-World Bank telah menuai kritikan dari Rizal Ramli. Sebagai Tim Ekonomi Prabowo-Sandi, Rizal ramli menilai biaya pertemuan itu terlalu besar. Apalagi, kata dia, Indonesia tengah diliputi bencana seperti gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Rizal Ramli pun mendesak pemerintah agar melakukan sejumlah penghematan anggaran pertemuan IMF-World Bank untuk kemudian dialihkan membantu warga terdampak bencana di Sulawesi dan Lombok.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here