700 views

Waduh…Hanya 3 Jam Setelah Ditangkap Polisi, Pulang Jadi Mayat

by
Jenazah korban dengan luka lebam yang diduga bekas penganiayaan di hampir sekujur tubuhnya/foto : Harahap

Onlinesumut-RANTAUPRAPAT : Penangkapan yang dilakukan petugas Satres Narkoba Polres Labuhanbatu terhadap Suheri alias Eri Lantong, seorang warga Lingkungan Paindoan, Kel. Kota Kec. Rantau Utara, ternyata menjadi hari terakhir baginya untuk membuka mata.

Karena hanya dalam tempo 3 jam pasca tertangkap di sebuah rumah tak jauh dari kediamannya, pria 43 tahun itu langsung dipulangkan ke rumahnya. Tapi ironisnya, pria yang disangkakan terlibat dalam kasus peredaran narkoba, kembali dalam kondisi tak bernyawa lagi.

Padahal, saat penangkapannya yang sempat menggegerkan warga, ia diketahui dalam keadaan sehat.

Seorang warga bermarga Ritonga (45) memastikan bahwa korban saat digelandang ke Mapolres Labuhanbatu dalam kondisi sehat. Bahkan sebelum ditangkap, warga sempat melihat korban menyantap makanan di sebuah warung tak jauh dari lokasi penangkapan.

“Saat makan misop diwarung dianya (korban) kelihatan sehat kok,” aku Ritonga.

Bahkan, sejumlah warga saat menyaksikan penangkapan juga meminta pihak kepolisian agar tidak berlaku kasar terhadap keduanya. “Jangan ada yang main pukul,” papar warga ketika itu.

Namun, sekitar pukul 01.30 WIB, keluarga pun menerima kabar duka bahwa ayah 4 anak tersebut meninggal dunia.

Atas kondisi itu, keluarga korban menyimpulkan ada indikasi kuat terjadi penganiayaan berat dibalik tewasnya Eri.

“Kami mendapat kabar pakcik meninggal. Ayah saya menerima informasi itu,” ujar Agustina, salah seorang keluaga korban.

Sebelum dipulangkan kerumah duka, korban sempat dilarikan ke RSUD Rantauprapat. Beredar informasi bahwa korban sempat mengalami kejang-kejang. Naas, dalam perjalanan korban meninggal dunia.

Anehnya, pihak RSUD Rantauprapat terkesan tertutup untuk memberikan penjelasan kematian korban kepada wartawan. Direktur RSUS Rantauprapat, Doni juga seolah enggan menjelaskan kondisi korban ketika sampai ke RSUD milik Pemkab Labuhanbatu itu.

Selain itu, pihak RSUD Rantauprapat juga tidak memberikan hasil Visum et Repertum (VeR) dengan alasan tidak dilakukan visum. “Keluarga korban tidak meminta dilakukan visum,” kilah Doni kepada Wartawan.

Dugaan adanya penganiayaan terhadap korban semakin menguat saat pemandian jenazah korban menjadi perhatian. Warga yang ingin menyaksikan langsung, lantas mengabadikan kondisi tubuh korban yang dipenuhi luka lebam dengan kamera ponsel mereka.

Pada bahu kiri korban membiru, tengkuk hingga punggung korban memar. Bahkan, leher kiri korban terdapat lebam. Mirisnya, di kening korban terlihat bekas luka diduga tusukan paku.”Kayak luka tertusuk paku kening korban,” cerita warga.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang dan Kasatres Narkoba AKP I Kadek Heri Cahyadi saat dikonfirmasi via pesan singkat, Minggu (7/10/2018) guna meminta penjelasan terkait perihal ini belum membalas.

Penulis : AS Harahap
Editor : Teuku Yudhistira

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *