Presiden RI Joko Widodl saat menerima gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri yang diberikan oleh Sultan Deli Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam di Istana Maimun, Medan/ist

Onlinesumut-MEDAN : Sultan Deli Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam, memberikan gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam prosesi yang berlangsung di Balairung Istana Maimun, Jl Sultan Ma’moen Al Rasyid Medan, Minggu (7/8/2018).

Pemberian gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri dilakukan langsung oleh Pemangku Sultan Deli, Tengku Hamdy Osman Delikhan Alhaj secara adat melayu yang ditandai dengan pemasangan Tengkulok kepada orang nomor satu di tanah air ini.

“Di dalam gelar adat ini, saya merasakan terkandung amanat dan tugas berat yang diberikan pada saya untuk mewujudkan harapan dari Kesultanan Deli, harapan dari kerajaan-kerajaan se-Nusantara, pemangku adat Indonesia, dan ulama untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang Baldatun, Thoyibatun wa Rabbun Gofur,” ucap Joko Widodo.

Mantan Gubernur DKI ini juga mengatakan, Indonesia maju dan berkembang saat ini, tak lepas dari peran serta masyarakat yang kental dengan budaya leluhurnya. Menurutnya, budaya Indonesia juga menjadi energi utama dan modal untuk meraih kemajuan Indonesia.

“Saya mengajak semua pihak untuk turut melestarikan budaya dan adat istiadat. Indonesia maju dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur asli bangsa Indonesia,” sebut mantan Walikota Solo itu.

Sedangkan Sultan Deli Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perksa Alam mengungkapkan, gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri diberikan kepada Jokowi, merupakan gelar bangsawan tertinggi di Kesultanan Deli yang bermakna pemimpin yang baik pembawa angin segar ke pelosok negeri.

“Perimbangan-pertimbangan utama kami untuk menganugerahkan gelar kebangsawanan tertinggi bagi Presiden RI, Bapak Ir H Joko Widodo, adalah setelah menyaksikan betapa kerasnya upaya Bapak Presiden dalam menjalankan program-program pemerintahan, membangun negara, dan mensejahterakan kehidupan rakyat di tengah gejolak politik dan ekonomi yang melanda dunia saat ini,” papar Arya.

Pertimbangan lainnya, kata Arya, adalah perhatian besar Presiden Jokowi terhadap kelangsungan hidup kesultanan dan kerajaan yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

“Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan serangkaian pertemuan secara rutin oleh Presiden dengan para sultan dan raja se-Nusantara untuk mengidentifikasi dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Kesultanan dan Kerajaan beserta masyarakat adat,” tuturnya.

Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan rasa bahagianya atas pemberian gelar bangsawan tertinggi dari Kesultanan Deli. Dengan itu, Jokowi sudah menjadi warga Sumut. Dimana Sumut banyak terdapat kerajaan melayu dan masyarakatnya banyak juga bersuku melayu.

“Selamat datang kerabat baru kesultanan Deli, yakni Bapak Presiden Joko Widodo. Sesuai dengan makna gelar yang diberikan, semoga beliau senantiasa menjadi pemimpin yang baik, yang mampu menghembuskan tiupan angin segar ke seluruh pelosok negara Indonesia,” ucap sang Ketua Umum PSSI itu.

Dalam kegiatan itu, Jokowi juga tampak diberikan Pin Kesultanan dan Keris yang disematkan oleh Sultan Deli Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam dan diakhiri dengan penandatanganan Surat Ceri dan Cap Kesultanan.

Dengan ini, Jokowi pun telah sah menjadi kerabat baru di Kesultanan Deli dan mengambil tempat di kursi kehormatan.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here