399 views

Awas..Ganja Cair Asal Luar Negeri Kembali Rambah Indonesia

by
Irjen Arman Depari, Deputi Pemberantasan BNN/ist

Onlinesumut-MEDAN : Polda Jawa Timur dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim, belum lama ini merilis hasil pengungkapan penyelundupan narkotika dari luar negeri. Dari lima kasus penyelundupan barang haram itu, diantarnya turut disita barang bukti yang masih sangat jarang digunakan.

Barang bukti yang disita adalah Chatinone seberat 4,5 kg asal Ethiopia dan 7 botol THC (tetrahydrocannabinol) atau ganja cair dari Amerika Serikat. Diluar itu ada juga MDMA (Methylenedioxy Methamphetamine) atau ekstasi seberat 10 gram asal Belanda, ganja seberat 130 gram asal Kanada, dan 67 butir ekstasi yang juga dari Belanda.

Peredaran narkoba jenis tersebut memang sangat jarang. Namun BNN menduga ada beberapa daerah yang sudah sudah mendapat pasokan barang tersebut.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengungkapkan jika peredaran THC atau ganja cair sudah cukup banyak. Untuk itu, pihaknya terus melakukan penyelidikan dari para terduga pelaku.

“THC itu sudah banyak, karena itu sintetis dari ganja, Itu yang kemudian dicampurkan kepada tembakau-tembakau, biasanya kita sebut dengan tembakau gorilla, hanoman,” sebut Arman, Sabtu (6/10).

THC ini pun banyak masuk dari berbagai negara. Di kawasan Eropa Barat, Asia, Amerika dan Ethiopia. Namun memang tiap kawasan punya perbedaan jenis. Untuk di Indonesia BNN pun sempat mengungkapnya.

“Dulu sudah pernah terungkap di Surabaya. Ada produksinya” paparnya.

Untuk diketahui, selama 4 bulan terakhir, Bea dan Cukai Juanda mengungkap pengiriman 43.629 paket kiriman narkoba. Kiriman puluhan ribu paket narkoba tersebut berhasil diungkap karena diberlakukannya aturan baru. Aturan tersebut yakni, barang impor senilai minimal USD 75 terkena bea masuk.

Ketika diketahui bahwa barang tersebut adalah narkoba, Arman mengaku pihaknya mengupayakan untuk menelusuri tujuan pengiriman barang. Penelusuran tersebut dibutuhkan untuk membuktikan ke mana dan siapa yang memesan.

Penulis/Editor : Kemala Utari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *