423 views

50 Kg Sabu Tangkapan BNN di Medan, Mirip Kasus di Kepri dan Anyer

by
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari memaparkan 50 Kg sabu-sabu hasil tangkapan mereka di Medan/ist

Onlinesumut-MEDAN : Badan Narkotika Nasional (BNN) mulai mengendus keterkaitan penyelundupan 50 Kg sabu-sabu yang diungkap di Medan kemarin, dengan kasus penyelundupan narkotika dalam jumlah besar yang diungkap beberapa waktu lalu di Kepulauan Riau dan Pantai Anyer.

Indikasi itu semakin menguat setelah BNN melihat adanya kesamaan fisik pada barang bukti.

Pihak BNN menyebutkan, penyelundupan 50 Kg sabu-sabu itu digagalkan, Jumat 5 Oktober 2018. Dalam operasi tersebut, 7 tersangka ditangkap di dua lokasi terpisah di Medan.

“Ini sama dengan penyitaan yang kita lakukan beberapa waktu yang lalu dengan jumlah 1 ton dan 1,2 ton di wilayah Kepri dan pantai Anyer, Jakarta,” kata Irjen Arman Depari, Deputi Pemberantasan BNN, di Medan, Sabtu (6/10/2018).

Menjadi pembeda, sabu-sabu yang disita kali ini dikemas dalam bungkusan berwarna keemasan. Sebelumnya narkotika yang diungkap BNN maupun kepolisian di Sumut, dikemas dalam bungkus warna hijau.

Lewat tangkapan ini, Arman menyimpulkan, bahwa sindikat narkoba yang beroperasi di Indonesia ternyata mempunyai kaitan satu dengan lainnya.

“Walaupun kalau kita tanya para operator lapangan ini, pasti mereka tidak mengerti. Tetapi jika kita cermati, sindikat ini bisa beroperasi di mana pun dan bisa merekrut kaki tangannya sebagai kurir dalam menjalankan bisnis peredaran gelap narkoba ini,” ucapnya.

Sesuai data BNN, penyelundupan narkoba itu paling banyak melalui jalur laut di perairan Aceh dan Sumut. Hanya pola yang digunakan saja sedikit berubah. Sebelumnya narkoba diselundupkan melalui Aceh diatur sindikat asal Aceh dan Sumatera Utara. Kini, barang haram itu masuk melalui pantai di wilayah Sumatera Utara, seperti Tanjungbalai, meski sindikat pengendalinya tetap di Aceh.

“Ini menjadi kewaspadan kita semua,” cetus Arman.

Penulis/Editor : Kemala Utari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *