519 views

18 Jam Hanyut Terseret Arus Sungai Bilah, Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas

by
Korban saat dievakuasi dari sungai dan dimasukkan ke kantong jenazah oleh Tim BPBD Labuhanbatu sebelum dibawa ke RSUD Rantauprapat untuk diautopsi/foto : Harahap

Onlinesumut-RANTAUPRAPAT : Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Labuhanbatu bersama warga, Sabtu (6/10/2018) pagi, pencarian terhadap Asian Ambarita, bocah 9 tahun yang hanyut terseret arus Sungai Bilah, kembali dilanjutkan.

Setelah 18 jam dinyatakan hilang, sekitar pukul 09.00 WIB, siswa yang masih duduk di bangku Kelas IV SD itu akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyaw

Data dari pihak BPBD setempat menyebutkan, jasad korban ditemukan mengambang di aliran sungai di Lingkungan Sibuaya, Kel. Sioldengan, Kec. Rantau Selatan, Labuhanbatu.

Orangtua dan kerabat korban yang turut berada di lokasi penemuan pun tak kuasa menahan kesedihan dan isak tangis, ketika melihat tubuh kaku korban diangkat ke darat.

Guna kebutuhan penyelidikan, Tim BPBD bersama pihak kepolisian dan warga, selanjutnya mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Rantauprapat untuk diautopsi.

Seperti diketahui, warga Jl. Pelita III Ujung, Rantauprapat, Kab. Labuhanbatu yang bersekolah di SD Swasta Bintang Timur itu, dinyatakan hilang setelah terseret derasnya arus Sungai Sei Bilah, Jumat 5 Oktober 2018 kemarin.

Tetangga korban bernama Sitorus menceritakan, saat itu sepulang sekolah, korban bersama tiga orang temannya pergi mandi-mandi ke sungai yang lokasinya berdekatan dengan sekolah mereka di Jl. Baru By Pass, Rantauprapat.

Setelah mandi beberapa saat, mereka berempat akhirnya beranjak pulang kerumahnya.

Di pertengahan jalan, korban yang menyadari tas sekolahnya tertinggal di tepian sungai, memutuskab untuk kembali ke tepian sungai untuk mengambil tas sekolahnya itu.

Sesampainya di tepi Sei Bilah, Asian bukannya mengambil tas, tetapi ia malah kembali menceburkan diri kembali ke dalam sungai untuk mandi. Saat itulah, naas menimpa. Malang, tubuh kecilnya malah terbawa arus sungai dengan cepat.

Melihat korban terbawa arus, ketiga temannya berlari pulang ke pemukiman tempat mereka tinggal untuk mengabarkan kejadian itu.

Begitu menerima kabar, orangtua korban dan warga berbondong-bondong menuju ke tepian Sungai Bilah tempat Asian Ambarita pertama kali hanyut terbawa arus.

“Orangtua korban dan kami para tetangganya mengetahui dia hanyut dari ketiga temannya yang datang memberi kabar” kata Sitorus.

Penulis : AS Harahap
Editor : Teuku Yudhistira

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *