446 views

Siswa MAN 2 Deliserdang Gelar Doa untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

by
Ratusan siswa MAN 2 Deliserdang terlihat khusuk memanjatkan doa dan baca yasin bersama untuk para korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah/ist

Onlinesumut-LUBUKPAKAM : Sepekan pasca bencana gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR dan tsunami yang meluluhlantakkan Palu, Sigi dan Donggala di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), duka dan kesedihan masih menyelimuti seluruh lapisan masyarakat di tanah air.

Terlebih ketika bencana dahsyat yang terjadi pada 28 September 2018 lalu, sejauh ini tercatat sudah menelan korban jiwa hingga 1500 orang lebih.

Belum lagi masalah tempat tinggal dan harta benda para korban bencana yang habis tanpa sisa.

Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan, ratusan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Deliserdang di Jl. Karya Agung, Komp. Tanjung Garbus Satu, Lubukpakam, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/10/2018), menggelar aksi doa dan membaca Surat Yasin bersama.

Tidak hanya para siswa, kegiatan yang digelar di halaman sekolah itu, juga diikuti Kepala Sekolah dan para guru.

Suasana pun tampak khidmat dan khusuk selama berlangsungnya acara. Semua siswa secara bersama-sama membaca surat yasin sampai selesai dan dilanjutkan dengan memanjatkan doa.

Kegiatan doa bersama ini digelar sebelum dimulainya belajar-mengajar. Hal ini sengaja dilakukan, sebagai bentuk ajaran kepada siswa untuk peduli terhadap sesama sekaligus sebagai wujud turut menjadi ungkapan rasa duka terhadap para korban.

Apalagi, tak hanya menimbulkan korban jiwa, gempa dan tsunami juga turut merusak tempat tinggal masyarakat dan berbagai fasilitas umum di Palu, Sigi dan Donggala rusak berat.

Kepala Sekolah MAN 2 Deliserdang, Burhanuddin Harahap mengatakan kegiatan membaca yasin ini memang kegiatan rutin di sekolah yang dipimpinnya.

Namun kali ini pembacaan yasin dan doa bersama ini digelar khusus untuk saudara-saudara yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Burhanuddin juga mengatakan seringnya terjadi bencana di negara ini harusnya menjadi pembelajaran.

Di samping itu, kegiatan ini juga untuk menjauhkan negara ini dari musibah, juga menjadi salahsatu alasan rutin dilakukan para siswa dan guru setiap Jumat pagi.

“Membaca surat yasin dan doa bersama ini sebagai tanda kita ikut berduka. Sehingga kegiatan di MAN 2 Deliserdang dan sebagai permohonan kepada Allah SWT agar negara ini dijauhkan dari berbagai musibah,” jelas Burhanuddin.

Dikatakannya lagi, kegiatan ini selalu dilakukan dan semua siswa dan siswi secara kompak memohon kepada Allah. Dan kedepannya pun pihaknya terus melaksanakan kegiatan ini, karena pertolongan yang paling tinggi itu dinyatakan Burhanuddin adalah dari Allah SWT.

“Pertolongan yang paling tinggi adalah dari Allah SWT, Karena sesuatu yang kita rencanakan itu tanpa seizin Allah itu akan sulit terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Terkait hal ini juga, Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Yudha Wijaya Lubis berharap para korban diberikan ketabahan oleh Allah SWT. Ia pun mengaku turut merasa apa yang dirasakan oleh saudara-saudara di Sulawesi Tengah.

“Ibaratnya kita satu tubuh jika satu saja bahagian yang sakit maka semua merasakan sakit, ” papar Yudha.

Sementara itu, direncanakan pada Senin, (8/10/2018) juga akan dilakukan penggalangan dana. Dana yang terkumpul akan diserahkan untuk membantu para korban yang tertimpa musibah di Palu, Sigi dan Donggala, Sulteng.

Penulis : Kemala Utari
Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *