Tim gabungan yang terkesan salah sasaran dan tebangpilih saat melakukan penertiban lokasi galian c di Bahorok, Langkat Jumat 20 September 2018 lalu/ist

Onlinesumut-LANGKAT : Pergerakan para mafia pertambangan galian c ilegal di Kab Langkat, Sumatera Utara semakin masif. Dengan kekuatan besar dibelakangnya, permainan mereka pun terendus terus merambah berbagai lini.

Informasi terbaru yang dihimpun di lapangan, pasokan galian c berupa pasir batu dan tanah timbun hasil tambang ilegal itu turut menembus proyek nasional.

Jalur perlintasan kereta api Sumut-Aceh yang kini sudah memasuki tahap pengerjaan tercatat salahsatunya. Apalagi sangat kebetulan, proyek itu melintasi kawasan Langkat sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh.

Sumber yang sangat layak dipercaya di lingkungan PT Kereta Api Indonesia Divre Sumut-Aceh pun mengakui adanya pasokan hasil tambang galian c dari pengusaha tertentu.

“Kan disana banyak vendornya. Apalagi kebutuhan tanah timbun untuk pondasi rel itu sangat banyak dibutuhkan. Jadi ada oknum aparat disana yang mengusahakannya. Melalui dialah semua” ucap sumber yang enggan disebutkan identitasnya saat dikonfirmasi, Minggu (30/9/2018).

Terpisah di hari yang sama, Dewan Pembina Relawan Star Eramas H Sempurna Tarigan mendesak PT KAI untuk meninjau ulang seluruh vendor yang menjadi distrobutor tanah timbun.

“Ini tentu sangat bahaya mengingat jalur kereta api Sumut-Aceh itukan proyek nasional. Akan menjadi catatan hitam bila diketahui material yang digunakan ternyata ilegal walaupun itu sulit dibedakan” kecam Sempurna.

Karena itu, Gubsu sebagai atas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumut dan Kapoldasu harus serius menuntaskan kasus ini.

“Pak Edy Rahmayadi harus bersikap tegas dalam hal ini. Apalagi di masa Gubsu yang lama, Kadistamben pernah terjaring OTT Poldasu, artinya bukan tidak mungkin penyelewengan di dalam dinas kembali terulang termasuk dalam galian c ilegal di Langkat. Karena itu saya minta Gubsu bisa tegas menindak atau mengevaluasi Kadistamben, kalau perlu copot sekalian” pungkasnya.

Begitu juga dengan mafia lainnya. Pria yang akrab disapa Pak Pur ini harus menyikat habis seluruh mafia tambang di Langkat ini.

“Selain Darwin, ada juga warga keturunan bernama Acien yang sekarang bermain tambang galian c ilegal ini. Saya enggak tau persis siapa bekingnya kok dia tak tersentuh hukum. Tapi saya yakin Pak Kapolda yang baru tak akan tinggal diam untuk menindaklanjuti informasi ini” tandasnya.

Jangan Tebangpilih

Lebih jauh Sempurna Tarigan mengingatkan agar perangkat Muspida mulai jajaran Pemprovsu, TNI dan Polri tidak terkecoh dengan infomasi menyesatkan soal masalah galian c dalam soal penindakan. Di samping itu, ia mengharapkan aparat juga tidak tebangpilih dalam nenegakkan hukum terkait tambang ini.

“Seperti pada Jumat kemarin misalnya, sasaran tim gabungan itu saya nilai tidak tepat sasaran karena yang di Bahorok aktivitasnya jarang aktif. Harusnya mereka mengecek di Batangserangan yang paling marak aksi penambangan ilegal itu. Satu lagi, jangan ada tebang pilih dalam penegakkan hukum dalam bisnis ini. Kalau menyalah harua ditindak” tandasnya.

Sempurna juga berharap aparat tidak lelah menerima seluruh informasi terkait aktivitas ilegal tambang galian c ilegal yang jelas-jelas tak hanya merugikan masyarakat dari segi kehancuran infrastruktur akibat lalu lalang tronton mereka bertonase lebih dan kerugian pemerintah dari sisi pendapatan.

“Saya harap aparat baik TNI maupun Polri juga bisa menanggapi info tentang hal ini dan sigap untuk menyisir demi menjaga alam dan membangun kepercayaan masyarakat bahwa hukum itu ada” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Jumat 20 September lalu, telah dilakukan kegiatan penertiban pertambangan tanpa Izin dari Dinas ESDM Provsu bekerjasama dengan Kodam I/BB di wilayah Kodim 0203/Langkat.

Sasaran tim gabungan itu adalah lokasi galian c milik PT Arihta Mulana di Desa. Lau Damak, Kec. Bahorok. Tujuannya untuk mengecek kelengkapan izin.

Namhn karena pengusaha galian c tidak berada di tempat, maka dari pihak ESDM Provsu memberikan Surat Peringatan dan surat panggilan agar pihak pengusaha dapat menunjukan surat izin galian c.

Kemudian kegiatan dilanjutkan ke 2 lokasi galian c milik Anugerah Empong Perkasa Desa. Lau Damak, Kec. Bahorok, dengan surat perizinan atas nama Siti Amelia Br Ginting yang dikelola Jorash Sing.

Saat itu, karena galian c tidak beroperasi disarankan oleh tim penertiban pada saat beroperasi kembali agar surat ijin galian c difotocopy dan ditempelkan di lokasi kegiatan.

Kegiatan lalu berlanjut ke lokasi galian c milik Pernando Singarimbun di Desa. Bekulap, Kec. Selesai, Kab. Langkat. Fi lokasi ini, tim ESDM Provsu memberikan Surat Peringatan (Panggilan) ke 2 kepada pihak pengusaha untuk mengurus perizinan. Pihak dinas ESDM pun mengancam, apabila SP ke 2 juga tidak di indahkan, maka dari pihak mereka akan melakukan penindakan.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here