104 views

Ya Allah…Mereka Terpaksa Tidur di Jalan

Onlinesumut-MEDAN :  “Alhamdulillah..tadi sempat tersambung telepon Mama. Beliau terus nangis menceritakan kondisi mereka dan kondisi para korban gempa dan tsunami di Kota Palu”.

Sekelumit cerita itu diungkapkan kembali oleh Rina, yang terus menanti kabar sang ibu Salmah Nur (61) dan adiknya Marty Pratiwi (30), sejak keduanya terjebak di tengah bencana dahsyat di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Tadi saat tersambung sebentar, Mama sempat senang sekali. Saya sempat dengan dia cakap ke adik saya, wik..nyambung wik..nyambung” ucapnya sambil menangis menirukan ucapan ibunya saat komunikasi bisa dilakukan, Sabtu (29/9/2018) pagi.

Dari pembicaraan itu, kata Rina, ibunya sempat bilang mereka terpaksa tidur di jalan, karena rumah adik disana sudah retak-retak.

“Apapun enggak ada yang mereka bawa. Ya Allah, mereka terpaksa tidur di jalan. Bantuan kayak tenda juga belum ada. Semuanya gelap gulita karena listrik putus. Mama juga bilang, jalanan di kota juga terangkat semua. Parah katanya. Kondisi kota hancur. Baru kami di Medan yang bisa ditelepon. Adik saya belum bisa menghubungi suaminya yang lagi dinas di Jakarta” imbuhnya.

Dalam pembicaraan singkat itu, Rina juga sempat menyarankan ibunya yang tinggal di Jl Denai, Gang Mulajadi, Medan segera kembali ke Medan bersama adiknya juga.

“Tapi kata mama tadi masih sulit. Karena tidak ada akses. Kendaran ke bandara juga tidak ada. Lagipula bandara di Palu kan masih ditutup” ujarnya.

“Sambil nangis tadi mama dan adik bilang doakan kami ya. Terus sambungan telepon terputus” tutup Rina yang kembali tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Sementara, berdasarkan laporan terakhir pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu, tercatat sudah 30 orang meninggal dunia dan ratusan orang mengalami luka-luka akibat reruntuhan bangunan.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *