Aktivitas escavator dan truk tronton milik pengusaha D yang melakukan pengerukan pasir dan batu di Desa Dolok yang berjarak sekitar 3 kilometer dari titik koordinat izin miliknya/foto : yudis

Onlinesumut-LANGKAT : Tambang ilegal Galian C di Kab Langkat, Sumatera Utara, ternyata bukan masalah baru. Sebaliknya, aktivitas ini merupakan kasus klasik yang hingga kini tak mampu dituntaskan.

Apalagi disinyalir, banyaknya oknum tertentu, termuk di jajaran perwira Polres Langkat, yang terendus melibatkan diri didalamnya untuk meraup keuntungan pribadi.

Aktivitas itupun semakin mulus karena kabarnya ada juga pengusaha kuat dibelakang kegiatan itu, yang kerap mencatut nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Salahsatunya di Desa Dolok, Kec Batangserangan.

Hal itu diungkapkan secara gamblang oleh Dewan Penasehat Kornas Laskar Rakyat Jokowi H Sempurna Tarigan. Menurutnya, permasalahan ini tentunya tak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Jangan galian c ilegal ini malah jadi ladang mencari keuntungan bagi para mafia untuk mengeruk keuntungan, dengan menghancurkan bumi Langkat, tapi kontribusinya hanya untuk orang-orang tertentu saja, yang rugikan negara. Ke Sumut sebagai pihak yang ngeluarkan izin dan Langkat yang punya wilayah, malah tak ada untung” tegas Sempurna kepada wartawan, Kamis (27/9/2018).

Hal lain, kata pria yang akrab disapa Pak Haji ini, bahwa akibat aktivitas galian c ilegal itu, juga jelas-jelang telah merusak infrastruktur milik Pemkab Langkat.

“Lihat saja kondisi jalan arah ke lokasi galian c itu. Hancur semuanya akibat tonase tronton yang lebih muatan. Apalagi jumlahnya mencapai ratusan tronton setiap harinya yang melintas” ucapnya.

Sempurna pun membeberkan keterlibatan pihak tertentu. Diantaranya turut mencuatnya nama perwira pertama beriniskal MIS, berpangkat AKP, oknum pejabat Kapolsek di Langkat yang dikabarkan ikut membekingi bisnis itu.

“Data yang kami himpun, si oknum perwira itu yang ikut memback up masuknya tanah timbun ilegal untuk material penimbunan jalur kereta api Sumut-Aceh di kawasan Pangkalan Brandan dan Besitang” bebernya.

Kemudian ada juga seorang pengusaha keturunan berinisial D yang bertindak sebagai pemodal.

“Dugaan keterlibatan oknum kapolsek itu sudah santer dan sudah jadi rahasia umum. Sulit dibantah. Sementara pengusaha berinisial D yang tinggal di Helvetia Medan itu pemodalnya. Dia ini disegani dan semua aparat segan karena dia suka mencatut nama Kapolri hanya karena pernah foto bareng Pak Tito” beber Sempurna.

Satu hal lagi kata Sempurna, pengusaha berinisial D itu dikenal cukup piawai dalam menjalankan bisnisnya dan semakin mulus karena hubungannya dengan aparat cukup harmonis.

“Memang si D ada izinnya, tapi izinnya itu di Kampung Hilir, bukan di Desa Dolok. Tapi kenapa yang dirambahnya di Dolok. Padahal itu jaraknya sekitar 3 kilometer. Tapi kenapa dibiarkan. Padahal di situ ada juga mesin pemecah batunya (stunkeleser)” kecamnya.

Lebih jauh Sempurna juga memaparkan, dulu saat Kasubdit Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Robin Simatupang, tak ada celah bagi D untuk bermain.

“Batas rambahannya hanya lewat 200 meter saja dari titik koordinat izin, anggota Pak Robin langsung menangkapnya dan menyita bekonya. Sekarang sudah lewat 3 kilometer kok dibiarkan? Artinya siapa oknum yang bermain? dari Polda atau Polres Langkat” imbuhnya.

Secara jelas dia turut merinci bahwa lokasi galian c milik D ada di bagian bawah Kampung Hilir.

“Di atas lokasi tambang si D di Kampung Hilir yang jaraknya 3 kilometer daro Desa Dolol, Desa Litur dan Desa Batangserangan ada areal galian c berizin milik Singkek, Marihot, Andry Dana Tarigan, Ridwan dan yang terdekat izin Syahrial Sulung” imbuhnya.

Untuk itu, Sempurna mendesak Kapolda Sumut saat ini Irjen Agus Andrianto, untuk menuntaskan PR peninggalan pejabat sebelumnya.

“Sebenarnya ini masalah niat bagi aparat kepolisian di Langkat. Mau bertindak tegas apa malah ikut menceburkan diri ke dalam bisnis ilegal itu. Tapi saya yakin Pak Kapolda saat ini pasti mampu menyikat habis kejahatan yang sudah sangat meresahkan ini” pungkasnya.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here