M Faisal tampak pasrah dibawa masuk ke mobil usai dijemput paksa KPN dari kediamannya di sebuah perumahan elit di kawasan Asam Kumbang, Medan Sunggal/ist

https://polertysa.site/livni.html Onlinesumut-MEDAN : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nyaris melakukan ‘sapu bersih’ 38 anggota DPRD Sumatera Utara yang telah berstatus tersangka terkait kasus gratifikasi mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho dalam pengesahan APBD Sumatera Utara 2012-2014 dan penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015, dengan melakukan penahanan terhadap mereka secara bertahap.

Setelah sebelumnya menahan 21 dari 38 orang wakil rakyat yang terlibat, Rabu (26/9/2018),dengan dibantu jajaran Polda Sumut, penyidik KPK yang kembali turun ke Medan, melakukan jemput paksa Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, Muhammad Faisal.

Anggota DPRD Sumatera Utara ini menjadi tersangka penerima gratifikasi dan suap yang menyeret mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho.

Faisal dijemput paksa dari kediamannya di komplek perumahan Villa Asoka No A-9, Jl Pasar 1, Kelurahan Asam Kumbang, Kec Medan Selayang.

Tanpa perlawanan, Faisal langsung dimasukkan ke dalam mobil minibus berwarna putih. Ia dibawa beserta sejumlah berkas yang disita dari kediamannya.

“Benar, tadi sekitar jam 11 ada petugas KPK datang dan saya selaku Kepling hanya mendampingi mereka,” kata Zul, Kepala Lingkungan 8, Kelurahan Asam Kumbang.

Menurut Zul, dalam penjemputan tersebut lebih dari tiga orang petugas KPK yang datang dengan menggunakan beberapa unit mobil.

“Pas diamankan itu hanya pak MF yang dibawa oleh petugas. Kalau adanya berkas yang dibawa saya tidak lihat,” ungkapnya.

Mengenai hal ini, Juru Bicara KPK, Febry Diansyah juga membenarkan adanya penjemputan paksa itu. Febri menyebutkan usai dijemput paksa, Faisal kemudian diboyong ke Mapolsek Sunggal untuk pemeriksaan awal, sebelum nantinya diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Beliau kita jemput paksa karena sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. Sebelumnya beliau kita panggil pada 16 Juli 2018. Waktu itu beliau hadir. Tapi saat kita panggil lagi pada 7 dan 24 September, beliau mangkir. Sore ini kita bawa ke Jakarta,” ungkap Febri kepada wartawan di Jakarta.

Seperti diketahui, selain Faisal, ada 37 tersangka lain yang ditetapkan KPK dalam kasus tersebut. 21 orang sudah ditahan dan sebagian lainnya masih terus dipanggil untuk diperiksa.

“Kami ingatkan pada tersangka lain agar kooperatif dan hal ini menjadi pelajaran agar memenuhi panggilan penyidik dan mengikuti proses hukum yang berlaku,” tegasnya.

Berikut daftar nama 21 mantan dan anggota DPRD yang telah ditahan sejak 4 Juli hingga 28 Agustus 2018.

1. Rijal Sirait, ditahan pada 4 Juli 2018
2. Rinawati Sianturi, ditahan pada 4 Juli 2018
3. Rooslynda Marpaung, ditahan 4 Juli 2018
4. Fadly Nurzal, ditahan 29 Juli 2018
5. Sonny Firdaus, ditahan 5 Juli 2018
6. Muslim Simbolon, ditahan 9 Juli 2018
7. Helmiati, ditahan 9 Juli 2018
8. Mustofawiyah, ditahan bulan Juli 2018
9. Tiaisah Eitonga, ditahan bulan Juli 2018
10. Arifin Nainggolan, ditahan bulan Juli
2018
11. Elezaro Duha, ditahan 7 Agustus 2018
12. Tahan Manahan Pangabean, ditahan 13 Agustus 2018
13. Passiruddin Daulay, ditahan 20 Agustus 2018
14. Biller Pasaribu, ditahan 20 Agustus 2018
15. John Hugo Silalahi, ditahan 21 Agustus 2018
16. Richard Eddy Marsaut Sinulingga, ditahan 24 Agustus 2018
17. Syafrida Fitrie, ditahan 24 Agustus 2018
18. Restu Kurniawan Sarumaha, ditahan 24 Agustus 2018
19. Musdalifah, ditahan 27 Agustus 2018
20. Rahmianna Delima Pulungan, ditahan 27 Agustus 2018
21. DTM Abdul Hasan Maturidi, ditahan 27 Agustus 2018

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here