Masita Pohan (korban) saat mendatangi Polsek Medan Area, untuk mempertanyakan perkembangan kasusnya/foto : dly

click here Onlinesumut-MEDAN : Keadilan sepertinya masih menjadi barang langka di republik ini. Tak hanya dari segi kesejahteraan rakyat, untuk mendapatkan keadilan di mata hukum juga terkadang sulit.

Kisah itu pula yang dirasakan Masita Pohan dalam mencari keadilan di mata hukum terkait kasus penganiayaan yang dialaminya. Meski sudah kurang lebih setahun laporan pengaduannya masuk di Polsek Medan Area, namun hingga kini pihak kepolisian belum juga menangkap terduga pelaku Rianto Hamonangan (43).

Demi memperjuangkan semua itu, walau dengan hati kecewa, Selasa (25/9/2018), wanita berusia 35 tahun itu, kembali mendatangi Mapolsek Medan Area, untuk menanyakan perkembangan kasus yang dialaminya.

“Saya sangat kecewa dan menyayangkan kinerja pihak kepolisian. Setahun kami menunggu, kenapa pelaku (Rianto Hamonangan) tak ditangkap” ujar Masita didampingi suaminya Jansen Hasudungan (43) kepada wartawan di Mapolsek Medan Area.

Diceritakan Masita, padahal juru periksa (Juper) Polsek Medan Area, yang menangani kasusnya sudah memeriksa sejumlah saksi. Tapi, sampai saat ini surat penangkapan belum diterbitkan. “Macem mana pelakunya mau ditangkap. Akupun bingung apa kekurangan dari laporan aku” kesalnya.

Kekecewaan korban dan suaminya bertambah, karena kasus yang dialaminya tak terungkap meski sudah terjadi regenerasi dua kali terhadap posisi Kapolsek Medan Area. Di mulai dari Kompol Hartono dan kemudian digantikan Kompol J. Girsang. Tapi kasusnya belum juga tuntas ditangani.

“Saya berharap kepada Kapolsek Medan Area, Kompol Kristian Sianturi, bisa menindaklanjuti kasus saya, dan menangkap pelakunya. Karena sampai saat ini kami juga tidak tau dimana keberadaan pelaku,” harap korban

Terkait peristiwa yang dialami sang istri, suami korban Jasen Hasudungan menjelaskan, penganiayaan yang dialami istrinya terjadi pada Oktober 2017. Saat itu, pelaku yang  juga abang ipar korban datang ke lokasi pencucian kendaraan bermotor milik suaminya di Jalan Pelajar Timur, Gang Mestika, Kelurahan Binjai, Medan Denai.

“Awalnya aku bertengkar dengan abang aku itu, tapi aku juga gak tahu masalahnya apa. Melihat kami mau pukul-pukulan, Istriku datang untuk melerai. Tapi pelaku tidak terima dan langsung memukul kepala istriku,” jelas Jasen.

Akibat dipukul pakai centong, kepala korban berdarah dan harus dibawa ke rumah sakit, hingga mendapat enam jahitan. Sehabis memukul korban, pelaku yang merupakan warga Marendal meski sering berpindah-pindah itu, langsung kabur dari lokasi kejadian.

Kapolsek Medan Area, Kompol Kristian Sianturi ketika dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui adanya laporan korban. “Saya baru seminggu disini menggantikan Kompol Jesmi Girsang,” ucapnya.

Pun begitu, ia berjanji akan mengecek laporan korban kembali ke penyidik. Apalagi kasus itu pada zaman Kapolsek Medan Area, Kompol Hartono. “Yang jelas, laporan korban akan diproses,” tegasnya.

Penulis : Syahputra
Editor : Teuku Yudhistira

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here