821 views

Lapor Pak Kapolda!! Tambang Galian C Ilegal Resahkan Warga Batangserangan

by
Alat berat berupa escavator terlihat melakukan pengerukan sirtu untuk dimuat ke truk tronton di areal penambangan galian c ilegal jenis pasir dan batu (sirtu) secara ilegal di Desa Dolok, Kel. Batangserangan, Kec. Batangserangan/foto : yudis

Onlinesumut-LANGKAT : Praktik penambangan Galian C secara ilegal, faktanya menjadi masalah klasik di Kab. Langkat, Sumatera Utara. Apalagi, meski kasus ini sudah diketahui aparat penegak hukum sejak lama, namun bisnis gelap ini tetap berjalan mulus.

Tidak adanya upaya aparat untuk menegakkan hukum secara tegas, juga menjadi celah bagi penambang liar berbuat sesuka hati. Apalagi turut terendus, aparat yang seharusnya menindak, justru kabarnya malah ‘main mata’ dan turut ‘bermain’ didalamnya demi meraup keuntungan pribadi.

Ironisnya, keresahan rakyat yang bertahun-tahun terkena dampak, malah terabaikan. Alhasil, jargon semua sama di mata hukum, terkesan jadi slogan semata.

Kondisi ini pula yang dirasakan akibat praktik penambangan galian c jenis pasir dan batu (sirtu) secara ilegal di Desa Dolok, Kel. Batangserangan, Kec. Batangserangan.

Pantauan Onlinesumut, Senin (24/9/2018) sore, walau sudah menjadi rahasia umum lokasi tambang galian c ini dijalankan secara ilegal, namun praktik menyalah itu terus berjalan tanpa gangguan.

Sejumlah alat berat berupa excavator dan beko, terlihat dengan bebasnya beroperasi sesukanya.

Informasi dari masyatakat sekitar menyebutkan, dalam sehari puluhan tronton lalu lalang mengakut hasil tambang pasir batu keluar dari Desa Dolok.

“Ooo..kalau lokasi ini sudah ada bertahun-tahun. Walaupun ilegal, tapi enggak ada yang berani ganggu, lancar aja semua. Polisi pun kayaknya tutup mata aja tuh” beber warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya kepada Onlinesumut.

Disebut-sebut, usaha galian c itu milik seorang penguasaha berinisial Ram. Kepiawaiannya dalam menjalin hubungan serta royalnya dia berbagi dengan oknum tertentu, membuat aparat yang seharusnya bertindak malah bungkam.

Padahal akibat pratik ilegal itu, tak hanya merugikan pemerintah yang seharuanya memperoleh pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD), warga sekitar pun mengaku telah menjadi korban.

“Lihat saja. Jalanan desa jadi rusak karena menjadi lintasan truk tronton yang jumlahnya puluhan setiap harinya. Belum lagi kami merasakan debu akibat muatan truk itu tiap kali melintas” keluh warga kembali.

Turut dihimpun informasi, material galian c tersebut setiap harinya diangkut ke perusahaan CV Karya Sejati Utama (stone crusher) yang terletak di Dusun Kampung Hlir, Kel. Batangserangan atau berjarak sekitar 3 km dari lokasi penambangan.

Menanggapi masalah ini, H Sempurna Tarigan selaku pengusaha galian c yang memiliki izin resmi turut melontarkan kritikannya. Menurutnya, sangat mustahil aparat di Langkat tak mengetahui praktik tambang ilegal ini.

“Sangat tak masuk akal jika mereka tak mengetahuinya. Patut dicurigai, mungkin karena ada kongkalikong, sehingga membuat aparat di Langkat ini tutup mata. Apalagi itu sudah beroperasi sangat lama” cibirnya.

Untuk itu, Dewan Penasehat Kornas Laskar Rakyat Jokowi ini berharap, informasi ini bisa jadi bahan kajian dan evaluasi bagi pimpinan Polda Sumatera Utara terhadap bawahannya di jajaran Polres Langkat.

“Kami sangat yakin Pak Agus sebagai Kapolda Sumut yang baru, tak akan tinggal diam dengan masalah pelanggaran hukum seperti ini. Kami sangat berharap Pak Kapoldasu bisa segera menindaklanjuti masalah ini. Berantas mafia tambang ilegal demi menjaga citra kepolisian yang ternoda gara-gara segelintir oknumnya yang tak mampu menegakkan hukum secara benar karena tak mampu melawan godaan” pungkasnya.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *