4,088 views

Brutal..Warga Keturunan Keroyok dan Aniaya Anggota TNI AU Soewondo

by
Kondisi Pelda Muhammad Chalik, anggota TNI AU Soewondo yang kini masih terbaring di RS Putri Hijau akibat tindak penganiayaan dua warga turunan tionghoa pemilik bisnis play station di Jl Brigjen Zein Hamid/ist

Onlinesumut-MEDAN : Memang percaya tak percaya ketika beredar informasi seorang anggota TNI AU Pelda Muhammad Chalik (45) yang bertugas di Dinas Logistik (Dislog) Lanud Soewondo Medan, menjadi korban penyekapan dan penganiayaan secara sadis dua orang warga keturunan di sebuah toko servis dan rental Play Station, Minggu, 23 September 2018 sekitar pukul 20.15 WIB.

Tapi faktanya, akibat peristiwa yang dimotori si toke warga keturunan Tionghoa pemilik usaha itu, dalam kondisi memprihatinkan akibat luka serius, korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Putri Hijau Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut informasi di sekitar lokasi kejadian, peristiwa itu dipicu saat anak korban mengantarkan Play Stationnya (PS) yang rusak ke toko milik pelaku pelaku bernama Jhoni (34), di Jl Besar Brigjen Zein Hamid, Medan Johor untuk diperbaiki.

Setelah diserahkan, terduga pelaku yang merupakan warga Desa Rengas Pulau kecamatan Medan Marelan Lingkungan 06 No 62 itu lantas memberikan tanda terima barang. Namun di dalam surat tanda terima tidak disebutkan berapa biaya servis karena pihak toko harus melakukan cek kerusakannya.

Selang beberapa jam kemudian, anak korban mendapat telepon dari pemilik toko bahwa PS itu rusak dan biaya perawatannya mahal. Anak korban akhirnya kembali datang untuk mengambil barangnya kembali karena tidak adanya kecocokan biaya servis.

Suasana pun mulai tegang karena terduga pelaku dengan seenaknya meminta biaya pengecekan Rp100 ribu. Karena tak membawa uang sebesar itu, ia lantas kembali lagi ke rumah dan mengadukan hal itu pada korban.

Karena merasa permintaan itu tak masuk akal, korban kemudian mendatangi toko tersebut dan menanyakan pada Jhoni mengenai adanya biaya PS milik anaknya yang tidak jadi diperbaiki. Dengan ringannya, karyawan servis menjawab bahwa uang itu untuk biaya kuitansi dan biaya checking trouble. Tak terima akan yang dikatakan oleh pegawai toko, korban pun protes.

Bersamaan dengan itu pula, pelaku Joni bersama seorang temanya Indra Jaya (38) warga Desa Sibirik-birik, Gunung Tinggi, Deli Serdang mendadak bertindak brutal. Mereka langsung menyekap korban di dalam ruko miliknya dan tak mengizinkan korban untuk pulang ke rumah. Tidak itu saja, secara membabibuta mereka juga menganiaya korban dengan menggunakan stik baseball dan sebatang besi kearah ke bagian pinggang belakang dan kepala korban.

Dalam kondisi berlumuran darah, di lokasi itu muncul seorang wanita keturunan etnis Tionghoa yang merupakan pacar pelaku. Bukan berusaha melerai, ia malah turut berteriak menjadi provokator. “Habisi saja, kasi mati,” ucap wanita yang diketahui juga bekerja sebagai kasir di toko tersebut.

Tak terima atas perbuatan itu, korban lantas menghubungi rekan-rekannya satu korps TNI AU. Selang beberapa waktu, akhirnya anggota TNI AU bersama Polisi Militer AU Lanud Soewondo langsung meluncur ke lokasi dan berhasil membebaskan korban. Meski sempat melakukan perlawanan, petugas akhirnya bisa mengamankan kedua pelaku berikut barang bukti berupa 1 stik baseball yang digunakan pelaku untuk memukuli korban hingga babak belur.

Kedua pelaku dan barang bukti tersebut lantas diboyong ke Markas Satuan Polisi Militer AU untuk diperiksa.

Aaat membuat laporan di Satpom AU Lanud Soewondo pada malam itu sekitar pukul 23.30 WIB, korban Muhammad Chalik mengakui, penganiayaan yang dialaminya hanya karena ia menolak membayar uang cek PS anaknya.

Sementara, dari kesaksian warga Jalan Besar Deli tua, mereka sempat menyaksikan kejadian bagaimana saat petugas TNI AU datang untuk membebaskan korban dari sekapan pihak Toko Play station, para pelaku sempat melakukan perlawanan dengan melempari TNI AU dengan menggunakan batu martil dan obeng.

“Sewaktu datang orang tentara itu ,Cina itu melempari orang itu (TNI AU ) dengan martil, batu dan obeng bang. Ngeri kali lah pokoknya bang, kok berani orang mata sipit itu sama aparat ya,” ucap Hasan, warga sekitar.

Dansatpom AU Lanud Soewondo Mayor Pom I Gede Eka Santika ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian penganiayaan yang menimpa seorang anggota TNI AU yang bertugas di Dinas Logistik Lanud Soewondo Medan.

“Benar ada kita amankan dua orang pelaku penyekapan dan penganiayaan seorang anggota TNI AU yang bernama Pelda Muhamaad Chalik yang berdinas di Dinas logistik. Kejadian tersebut gara-gara servis play station yang tak jadi namun dikenakan biaya seratus ribu, kemudian korban datang ke toko tersebut namun malah jadi korban penyekapan dan pemukulan oleh kedua pelaku jelas,” I Gede Eka Santika.

Dijelaskan Gede juga, korban dipukul dengan menggunakan besi dan stik baseball hingga mengalami luka cukup serius di sekitar kepala dan pinggang bagian belakang hingga harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit Putri Hijau Medan.

“Kedua pelaku telah kita amankan berikut barang bukti stik baseball dan saat ini kami sedang mencari barang bukti lainya dan akan kami limpahkan ke Polrestabes Medan dan ada anggota kita yang bernama Prada Zulfadli anggota POM yang ditusuk obeng pada paha kanannya,” pungkas Mayor I Gede Eka Santika.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *