1,230 views

Kapoldasu Baru Ditantang Sikat Habis Mafia Galian C Ilegal di Langkat

by
Salahsatu alat berat berupa excavator milik Acien yang terus beroperasi melakukan pengerukan secara ilegal di kawasan Bukit Tua, Dusun Toba Nauli, Desa Kwala Pesilam, Kec Padang Tualang, Langkat/foto : yudis

Onlinesumut-LANGKAT : Persoalan tambang Galian C berupa tanah timbun di Kab Langkat, Sumatera Utara, ternyata bukan masalah baru. Meski sejak lama keberadaan mafia ini yang melakukan praktik penambangan secara ilegal susah sangat meresahkan masyarakat, namun aparat seolah tetap tutup mata.

Alih-alih bertindak tegas, justru dibalik bungkamnya petugas, santer terdengar adanya keterlibatan oknum perwira pertama di jajaran Polres Langkat berinisial IS yang disinyalir ikut membeking bisnis ilegal itu.

Salahsatu ‘pemain’ galian c ilegal yang disebut-sebut menjadi anak emas adalah Acien, pengusaha asal Tanjungberingin, Pasar 4, Kec Hinai. Meski bisnisnya tak memiliki izin, namun pengaruh dan kekuatan uang yang dimilikinya, ia mampu mengatur seluruh lini, hingga membuatnya bebas beraktivitas tanpa gangguan.

Pantauan Onlinesumut di kawasan Bukit Tua, Dusun Toba Nauli, Desa Kwala Pesilam, Kec Padang Tualang, Sabtu 22 September 2018 siang, aktivitas galian c ilegal Acien masih tetap berlangsung. Di lokasi terlihat jelas alat berat berupa excavator miliknya terus beroperasi.

“Biasa 5 excavatornya tu bang. Tapi hari ini yang terlihat cuma satu. Enggak tau dibawa kemana yang empat lagi” ungkap seorang warga sekitar.

Setiap kali aksi pengerukan berlangsung, sambung warga, sejumlah aparat berpakaian preman juga selalu berjaga. “Sudah jadi rahasia umum itu bang kalau galian c ilegal si acien sedang beroperasi, selalu dikawal aparat berbaju preman” ucap warga itu kembali sambil berbisik.

Menanggapi masalah ini, Ketua Merga Silima Kab. Langkat Edi Suranta Brahmana pun buka suara. Secara tegas dia menantang Kapolda Sumut yang baru Irjen Agus Andrianto untuk segera bertindak menyikapi masalah ini.

“Kami bukan tak mendukung pemerintah untuk mendatangkan investor ke kabupaten ini. Tapi kan tak ada gunanya juga kalau si pengusaha itu hadir untuk mencari untung tanpa memikirkan pemasukan PAD untuk kabupaten ini” tegas Edi saat berbicara dengan sejumlah wartawan di Stabat, Sabtu (22/9/2018).

Untuk memberantas ini, lanjutnya, ia berharap ada sinerjitas dari Pemprovsu, Pemkab Langkat dan aparat kepolisian.

“Kalo dijalankan secara legal dan jelas administrasinya pasti akan kita dukung. Tapi kalau ilegal, kami siap mendukung aparat kepolisian untuk memberantasnya. Karena ini jelas menjadi ancaman, khususnya terhadap lingkungan sekitar bila terus dibiarkan” ucapnya.

Karena itu, sambung Edi, atas nama Merga Silima, ia meminta Kapoldasu yang baru segera turun tangan untuk menyikat habis praktik ilegal galian c ini tanpa pandangbulu.

“Kami juga meminta supaya Kapolda menindak anak buahnya yang turut menjadi beking mafia galian c ilegal demi mencari keuntungan pribadi dan telah mencoreng nama institusi Polri yang dicintai rakyat. Karena mereka selama ini melindungi yang salah, tapi malah menindak yang berizin” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus galian c ini kembali menjadi sorotan menyusul penangkapan terhadap tiga unit dump truk pengangkut Galian C di kawasan Bukit Tua, Dusun Toba Nauli, Desa Kwala Pesilam, Kec Padang Tualang, Jumat 21 September 2018. Karena belakangan diketahui, truk bermuatan galian c yang ditindak itu ternyata memiliki izin.

H Sempurna Tarigan, selaku pengusaha sekaligus pemilik ketiga truk, mengaku sangat kecewa atas penangkapan tiga dump truk saat mengangkat material galian c yang mempunyai izin operasional.

“Saya kecewa terhadap Polres Langkat yang menangkap dan menyita tiga dump truk kita yang sedang mengangkut material kami di lokasi” cetusnya kepada wartawan.

Karena menurutnya, selama ini hanya dia satu-satunya pengusaha galian c yang taat hukum dan aturan. Karena rata-rata galian c yang beroperasi di sekitar lokasi bisnisnya, jelas-jelas tak memiliki izin. Tapi anehnya, malah usahanya yang dijalankan sesuai prosedur, justru menjadi sasaran.

“Kami meminta Polres Langkat bisa bersikap tegas. Tangkap seluruh excavator dan alat berat lain yang tidak memiliki izin operasional. Izin operasional kami jelas, ada dikeluarkan oleh pertambangan lewat Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Nomor 540/793/DIS PM PPTSP/5/XL.1.b/V/20 Qt” tegasnya.

Karena itu, sambung Sempurna, jika pihak Polres Langkat bisa bertindak tegas terhadap usaha galian c yang memiliki izin operasional, tak ada alasan pula bagi polisi untuk menertibkan, menangkap dan menindak pengusaha galian c yang beroperasi secara ilegal.

“Berani tidak Polres Langkat menangkap alat berat dan dump truk dari lokasi galian C yang tidak memiliki izin,” tandasnya.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *