1,120 views

Sungai Pasar VII Bengkel Meluap, Bocah 10 Tahun Hanyut Terseret Arus

by
Petugas menyusuri sungai melakukan pencarian korban di seputaran  lokasi kejadian/ foto : dly

Onlinesumut-PERCUT : Sungai Pasar VII Bengkel di Desa Sambirejo Timur, Kec Percut Seituan, Deliserdang yang meluap akibat hujan deras yang melanda sejak kemarin, mengambil korban.

Seorang bocah berusia 10 tahun bernama Wahyu Setiawan yang memang tak mahir berenang, Minggu (16/9/2018) siang, dikabarkan hanyut terbawa derasnya arus sungai yang berbatasan dengan Jalan Makmur, Desa Sena, Kec Batangkuis.

Hingga kini, jasad bocah penduduk Dusun IV Anggrek XIV, Desa Sambirejo Timur, belum juga ditemukan. Tim Basarnas Deliserdang bersama petugas Kepolisian Sektor Percut Seituan juga masih terus melakukan pencarian.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri mengatakan, sebelum kejadian korban diketahui bersama empat orang temannya Arya, Dapin, Fatih, dan Rian, sekitar pukul 11.00 WIB, berenang di sungai Pasar VII Bengkel itu meski dalam kondisi meluap

Setengah jam korban dan empat temannya berenang, warga sekitar Yono (46) sempat melihat dan melarang kelimanya berenang di sungai itu karena air sungai sedang meluap. Namun kelimanya tidak mengindahkan larangan Yono.

Sekitar pukul 12.30 Wib, Yono mendengar suara minta tolong. Kemudian Yono berlari mendekat ke sungai. Disitu, dia melihat korban sudah tenggelam dan terbawa derasnya arus sungai. Karena kondisi air sungai meluap dan arusnya sangat deras, korban tidak berhasil diselamatkan. Saksi lantas memberitahukan kejadian itu ke warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Dari pukul 13.00 sampai pukul 18.00 WIB, personel Polsek Percut Seituan bersama tim Basarnas melakukan penyisiran di seputaran lokasi kejadian. Akan tetapi, korban yang merupakan anak dari Surisman (37) itu belum juga ditemukan.

“Mendapat informasi, sekitar pukul 12.30 WIB, personel bersama tim Basarnas  turun ke lokasi kejadian guna mencari korban. Dan sampai saat ini korban belum berhasil ditemukan,” kata Faidil kepada wartawan.

Ditambahkannya, pencarian jasad korban terkendala karena air sungai meluap jauh dari biasanya dan arus  deras serta airnya juga keruh. Pun begitu pencarian terhadap jenazah korban akan dilanjutkan besok oleh tim Basarnas dan kepolisian.

“Hasil interogasi dari teman-teman korban yang ikut berenang. Korban ini tidak pandai berenang sehingga tak dapat menyelamatkan diri ketika arus tiba-tiba deras. Pencarian akan dilanjutkan besok oleh tim Basarnas Deliserdang bersama kepolisian,” ungkap Faidil.

Penulis : Syahputra
Editor : Teuku Yudhistira

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *