Peralatan Medis RS Pirngadi Tak Memadai, Wahyuni Dipindah Lagi

Onlinesumut-MEDAN : Perjuangan bayi bernama Wahyuni Aritonang untuk nendapatkan kehidupan secara normal, sepertinya masih membutuhkan waktu lebih panjang.

Semua terjadi, karena setelah 6 hari menjalani perawatan di RSU dr Pirngadi Medan, pasien penderita pembengkakan penderita pembengkakan pembuluh darah asal Dusun III Desa Mombang Boru, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah (Tapteng) itu, Kamis 13 September 2018 sekitar pukul 20.00 WIB, harus berpindah tempat perawatan kembali.

Kali ini, bayi berusia 2 bulan itu dirujuk ke RSUPH Adam Malik, Jl Bunga Lau No 17, Medan Tuntungan, Kota Medan.

Dengan didampingi kedua orangtuanya, Frenki Aritonang (34) dan Dewi Sartika Hutauruk (28), Wahyuni tiba di RSUPH Adam Malik sekitar pukul 21.00 WIB. Para perawat jaga yang bertugas langsung menangani Wahyuni dengan mengganti seluruh perban yang membalut kepala bayi malang tersebut. Selanjutnya, Wahyuni di tempatkan ruangan anak Rindu B Nomor 18.

Menurut informasi, pemindahan Wahyuni ke RS Adam Malik guna mendapatkan penanganan medis lebih intensif. Karena berdasarkan keterangan dokter yang menangani Wahyuni, peralatan di RS Pirngadi tidak memadai untuk pelaksanaan operasi plastik yang akan dilakukan kepada Wahyuni, kendati tidak dijelaskan alat apa yang dimaksud tidak memadai itu.

Walaupun sudah berada di RSUP H Adam Malik, sayangnya Wahyuni tidak serta merta langsung naik meja operasi. Rencana itu kembali tertunda mengingat kondisi Wahyuni masih dalam masa pemulihan dan masih harus mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Bahkan, Jum’at (14/9/2018), sekitar pukul 09.00 WIB, Wahyuni kembali transfusi darah. Artinya, ini merupakan transfusi ketiga yang sudah dijalaninya sejak dibawa ke Medan dimana dua kali sebelumnya berlangsung di RS Pirngadi Medan.

Ditempat yang sama, Ketua Himaksitap Sibolga-Tapanuli Tengah, Daniel Ferdinan Lumbantobing menegaskan, pihaknya akan terus mendampingi Wahyuni selama mendapatkan penanganan medis di Kota Medan. Disamping itu Daniel menyebutkan, Himaksitap juga terus bergerak mengumandangkan aksi sosial penggalangan donasi untuk membantu orangtua Wahyuni dalam menjalani proses perawatan yang sedang berlangsung.

“Ini sudah menjadi bagian program dari Himaksitap, membantu para keluarga kurang mampu agar mendapatkan pengobatan yang layak,” tutur Daniel.

Menurut Daniel, sebagai keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan, keluarga Frenki Aritonang sangat layak untuk dibantu dan didampingi dalam memperjuangkan kesehatan putrinya yang sedang menderita sakit.

“Puji Tuhan, hingga saat ini donasi yang telah terkupul sudah mencapai 27 jutaan. Mudah-mudahan akan bisa membantu biaya perobatan Wahyuni,” pungkasnya.

Penulis : Kemala Utari
Editor : Teuku Yudhistira

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *