Gubsu Usir Seorang Ibu dari Kerumunan Massa di Tengah Unjukrasa Nelayan

Onlinesumut-MEDAN : Setelah berulangkali turun ke jalan, unjukrasa yang dilakukan para nelayan di gedung Pemprovsu, akhirnya mendapat tanggapan, Kamis (13/9/2017). Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan wakilnya Musa Rajekshah bersedia menemui massa yang menolak pemberlakuan Peraturan Menteri (Permen) nomor 71 tahun 2016, tentang alat tangkap ikan yang dilarang.

Begitu hadir, Edy langsung menaiki mobil komando. Dikawal beberapa petugas kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja. Dia langsung berbicara di hadapan massa yang jumlahnya ribuan.

Namun suasana sempat tegang ketika saat dia berbicara, ada ibu-ibu yang juga ikut berbicara. Edy pun tersinggung. Dia langsung mengusir perempuan tersebut.

“Ibu, Berdiri..Keluar, jalan. Ibu berdiri jalan, keluar. Ibu berdiri. Saya tak senang, kalau saya sedang ngomong, orang ngomong,” kata edy berulangkali sambil menunjuk ke arah perempuan yang dimaksud.

Ibu yang tidak diketahui identitasnya itu sempat menolak. Namun beberapa petugas mengajaknya keluar. Akhirnya sang ibu pun menurut. Dia keluar dari barisan massa. Sedangkan massa yang lain tetap duduk mendengarkan Edy berbicara.

Mantan Pangkostrad itu memang sudah meminta massa untuk bubar, setelah dia berjanji akan mempelajari Permen 71 itu. Usai turun dari mobil komando, para pendemo menjabat tangannya. Bahkan ada yang juga mengajak Edy dan wakilnya berswafoto.

Sebelumnya, massa yang mengatasnamakan dirinya Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara itu, memprotes penangkapan kapal kecil.
Mereka protes terhadap aparat yang menangkap kapal bermuatan 5 Gross Ton. Karena nelayan menganggap itu adalah kapal kecil.

Para demonstran juga menggugat Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan nomor 71 tahun 2016 dicabut. Dalam Permen itu berisi tentang larangan penggunaan alat tangkap ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik.

“Saat ini banyak nelayan yang menganggur, dan kami tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan hidup,” ungkap Adi, selaku koordinator aksi.

Penulis/Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *