78 views

Dipaksa Telan Pil Pahit, PSMS Kalah 2-3 Dari PSIS di Depan Edy Rahmayadi

Onlinesumut-MEDAN : Tim Ayam Kinantan PSMS Medan, memulai putaran kedua Liga 1 Go-jek dengan penampilan buruk di kandang sendiri. Disaksikan Gubernur Sumatera Utara yang baru dilantik, Edy Rahmayadi, PSMS harus menelan pil pahit dipermalukan tim tamu PSIS Semarang dengan skor tipis 2-3 dalam laga di Stadion Teladan, Rabu (12/9/2018).

Tertinggal dua gol lebih dahulu, PSMS sempat mengejar ketinggalan dengan menyamakan kedudukan lewat Brace Shohei Matsunaga. Namun di detik akhir, Hari Nur Yulianto berhasil memastikan kemenangan bagi pasukan Mahesa Jenar.

Pantauan di Stadion Teladan, sejak awal pertandingan bergulir, Tmtuan rumah langsung mengambil inisiatif tampil menyerang. Peluang emas pun langsung didapat PSMS di menit ke-3. Tendangan penjuru Gustu Sandria berhasil ditanduk Muhammad Roby. Sayangnya upaya Roby masih membentur tiang gawang.

Empat menit kemudian, justru tim tamu PSIS yang berhasil unggul lebih Berawal dari serangan balik, Bruno Silva berhasil menusuk ke kotak pinalti dan melakukan tendangan mendatar. Usaha Bruno berhasil ditepis kiper PSMS, namun bola muntah langsung dicocor Bayu Nugroho ke dalam gawang untuk membawa PSIS unggul 0-1.

Ketinggalan gol, PSMS mencoba menaikkan tensi permainan. Namun rapatnya lini bawah PSIS membuat anak asuh Peter Butler susah menembus hingga menit 25.

Memasuki menit ke 27, PSMS kembali mendapat peluang. Tendangan bebas Shohei Matsunaga dari jarak sekitar 30 meter tepat mengarah kegawang PSIS. Namun Joko Ribowo yang mengawal gawang PSIS masih bisa mengamankan dengan baik.

Peluang lain juga sempat diperoleh PSMS melalui Felipe dan Rahmat. Namun lemahnya penyelesaian akhir ditambah kecemerlangan kiper PSIS membuat usaha menyamakan kedudukan terus buyar.

Anak-anak Ayam Kinantan pun sempat frustasi karena tim tamu lebih banyak menunggu di garis pertahanan sendiri dan mencoba melakukan serangan balik. Meski sesekali, namun serangan PSIS cukup mampu merepotkan Reinaldo Lobo dan kolega.

Misalnya saja saat terjadi serangan tim tamu menjelang waktu normal babak pertama berakhir. Dua pemain PSIS, Bayu Nugroho dan Bruno Silva, lolos dan berhadapan langsung dengan dua pemain belakang PSMS.

Beruntung, Bayu gagal mengirim umpan kepada Bruno yang telah berdiri bebas di depan gawang PSMS sehingga membuyarkan peluang tim tamu. Keunggulan satu gol anak-anak Semarang pun mengantar kedua tim memasuki ruang ganti.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan tidak jauh berubah. PSMS yang mencoba menyeimbangkan kedudukan mencoba terus menekan. Sedangkan tim tamu PSIS terus merapatkan organisasi pertahanannya. Akibatnya, kedua tim kesulitan mendapat peluang emas.

Baru di menit 15 menit akhir, pertandingan berjalan lebih seru. PSIS yang hanya mengandalkan dua pemain bermain mengacak-acak pertahanan PSMS. Bruno Silva berhasil lolos dan memberikan umpan lob kepada Ibrahim Conteh didalam kotak penalti.

Kiper PSMS, Abdul Rohim, mencoba maju untuk menutup ruang gerak Conteh. Namun dengan cerdik pemain asal Sierra Leone kembali mengangkat bola melewati kepala Rohim yang selanjutnya diteruskan kedalam gawang oleh Bruno yang berlari dari belakang. Skor berubah menjadi 0-2 bagi keunggulan anak-anak Semarang.

Namun jelang pertandingan berakhir, PSMS justru tampil mengejutkan. Pemain asal Jepang, Shohei Matsunaga yang sepanjang 80 menit awal nyaris tidak terlihat, menjadi komando kebangkitan pasukan Ayam Kinantan.

Berawal dari tendangan bebas di tepi garis kotak penalti PSMS di menit 81. Tendangan bebas Shohei meluncur keras dan melengkung kepojok kiri atas gawang PSIS. Joko Ribowo pun hanya bisa terperangah melihat bola meluncur kedalam jaring gawang yang dikawalnya.

Berselang 4 menit kemudian, Shohei kembali mencetak gol untuk membawa PSMS menyamakan kedudukan. Lewat sebuah tendangan penalti, Shohei mampu memberikan asa kemenangan bagi ribuan pendukung setia PSMS yang hadir. Hadiah penalti sendiri diberikan wasit setelah Ibrahim Conteh kedapatan handball dikotak terlarang.

Sayangnya, drama rupanya belum berakhir. Hanya satu menit sebelum laga usai atau di waktu injury time 90+3, Hari Nur Yulianto berhasil menghempaskan bola ke dalam gawang PSMS melawan sebuah tendangan keras didalam kotak penalti.

Gol kapten PSIS tersebut menjadi akhir cerita pertandingan setelah wasit meniupkan peluit akhir laga beberapa saat setalah Hari Nur mencetak gol. PSIS Semarang berhasil mencuri poin penuh di Medan dan makin membuat PSMS terbenam didasar klasemen.

Susunan pemain :
PSMS (3-4-2-1) : Abdul Rohim (GK); Alexandros Tanidis, Muhammad Roby, Reinaldo Lobo; Frediyan Wahyu, Legimin Rahardjo (C), Rahmat Hidayat, Gusti Sandria; Shohei Matsunaga, Frets Butuan; Felipe Dos Santos.
Cadangan : Dhika Bhayangkara (GK), Danie, Abdul Aziz, Donni, Erwin Syahputra, Muhammad Alwi, Antoni Putro Nugroho

PSIS Semarang (4-3-3) : Joko Ribowo (GK); Gilang Ginarsa, Haudi Abdillah, Fauzan Fajri, Muhammad Rio Saputro; Bayu Nugroho, Ibrahim Conteh, Muhammad Yunus; Hari Nur Yulianto (C) , Komarudin, Bruno Silva,
Cadangan : Jandia Eka Putra (GK), Gustur Cahyo, Melcior Leideker Majefat, Nerius Alom, Muhammad Wahyu, Aldaier Makatindu.

Penulis : Kemala Utari
Editor : Teuku Yudhistira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *