1,316 views

Geruduk Mapoldasu, Seribuan Nelayan Protes Maraknya Pukat Trawl di Laut

by
Kapoldasu Brigjen Agus Andrianto disambut para nelayan yang menyampaikan aspirasinya mendesak pihak kepolisian segera menindak pengguna pukat trawl di laut/ist

Onlinesumut-MEDAN : Untuk kesekian kalinua, sekitar seribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Sumatera Utara (ANSU) berunjukrasa ke Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Senin (27/8/2018). Mereka memprotes masih maraknya penggunaan pukat trawl di laut.

Pantauan Onlinesumut, sambil mengusung sejumlah proster dan spanduk berisi protes, begitu tiba, para nelayan tradisional itu yang berasal dari Deliserdang, Serdangbedagai, Langkat, Asahan dan Tanjungbalai itu, langsung diterima di halaman utama Mapoldasu, Lapangan KS Tubun.

Ketua ANSU Sutrisno mengatakan, merea sengaja datang untuk menemui Kapolda Sumut yang baru Brigjen Agus Andrianto, sekaligus berharap pengganti Irjen Paulus Waterpauw itu bisa menindak tegass para pelaku illegal fishing.

Dalam orasinya, Sutrisno juga meminta Polri mendukung nelayan tradisional. Terlebih untuk penegakan Permen KP No 71 tahun 2016, terkait dengan larangan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan.

“Pukat trawl itu merusak lingkungan dan menggerus tangkapan nelayan tradisional. Kapal-kapal pukat trawl juga banyak menabrak perahu nelayan tradisional,” kata Sutrisno.

Sebelumnya, sambungnya, mereka sebelumnya sudah pernah berunjukrasa ke DPRD Sumut. Saat itu wakil rakyat sudah berjanji akan mendorong percepatan Peraturan Daerah (perda) sebagai turunan dari Permen KP Nomor 71. Sehingga setelah di Mapolda Sumut mereka akan ke DPRD untuk mempertanyakan soal perda larangan pukat trawl.

“Kami meminta kepada Kapolda yang baru untuk bersama-sama nelayan, memberantas illegal fishing. Kami melihat dalam penghapusan pukat trawl, ada mafia-mafia yang bermain. Kami minta mafia-mafia ini dibersihkan,” tandasnya.

Setelah berorasi panjang, Agus Andrianto menemui pendemo. Sempat terjadi dialog antara perwakilan massa dengan matan Wakapolda Sumut itu. OS-tari/01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *