Anwar Megga Tarigan, calon petahana Komisioner KPU Karo yang dilaporkan ke pansel setelah terindikasi kerap berbuat kasar terhadap staf KPU/ist kerap

Будва Onlinesumut-KARO : Isu minor seputar sosok calon petahana (incumbent) anggota komisioner KPU Kabupaten Karo Anwar Megga Tarigan terus bergulir. Setelah sebelumnya secara resmi membuat pengaduan masyarakat secara resmi kepada panitia seleksi (Pansel) Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Sumut I Periode 2018-2023, sejumlah sumber di sekretariat KPU Karo menyebutkan kalau suasana kerja di lembaga itu sudah tidak menguntungkan untuk kelancaran  kerja.

Beberapa staf di KPU Karo menyebutkan kalau selama menjabat sebagai anggota komisioner, Anwar Megga Tarigan kerap melakukan tindakan kasar dan tidak menyenangkan para anggota staf.

“Kata-kata berbagai jenis binatang sudah bisa kami terima. Kadang kami pun tidak tahu apa sebabnya,” ujar salah seorang staf yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Minggu (12/8/2018).

Kalimat-kalimat kasar dan bernada merendahkan martabat manusia itu kerap mereka pertanyakan kepada Anwar. Namun yang bersangkutan terkesan acuh dan tidak menganggap mereka.  Tindakan kasar tersebut diakui sumber tidak hanya dilakukan kepada staf-staf administrasi biasa, namun sejumlah kasubag di KPU Kab. Karo sudah terbiasa mengalami hal serupa.

Akibat tindakan-tindakan yang menjurus merendahkan martabat para staf tersebut, secara  resmi para staf mengaku sudah melaporkan kasus ini kepada Panitia Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Sumut I Periode 2018-2023 dengan menjelaskan secara detail tindakan-tindakan Anwar Megga tersebut kepada Pansel.

“Kami berharap Pansel melakukan seleksi secara obyektif dalam memilih calon-calon komisioner KPU Karo mendatang karena akan sangat berpengaruh kepada kondusifitas bekerja,” kata staf lainnya dari di Divisi Perencanaan dan Data.

Pata staf mengkhawatirkan jika kondisi ketidakharmonisan ini terus terjadi akan berdampak kepada terganggunya kelancaran proses tahapan pemilihan anggota legislatif dan pemilihan Presiden/Wakil Presiden yang kini sudah berjalan.

“Kita khawatir jika suasana seperti ini  tetap terjadi, akan terjadi gangguan proses tahapan pileg dan  pilpres,” tambah sumber di bidang teknis Pemilu dan Humas Sekretariat KPU Karo ini.

Dokumen Pencalonan Dipertanyakan

Sebagai calon petahana, Anwar Megga pun masih dibelit dengan persoalan dugaan penggunaan dokumen kelengkapan berkas yang masih dipertanyakan sejumlah pihak di Karo.

Dari dokumen yang ada, disinyalir Anwar menggunakan dokumen yang tidak sesuai saat mendaftar sebagai komisioner.

“Saat mendaftar yang bersangkutan menggunakan surat pindah dari Kecamatan Medan Tuntungan ke Karo yang diduga ada ketidaksesuaian,” ujar sumber di KPU Karo.

Sesuai data yang didapat, SKPWNI yang dipergunakan Anwar untuk mendaftar SKPWNI/171/12122013/009 yang keluar pada tanggal 12 Desember 2013. Anehnya Anwar sudah dilantik pada bulan Oktober 2013. “Jadi pakai dokumen apa dia saat dilantik pada bulan Oktober 2013 lalu ?,” beber sumber.

Masih menurut sumber, intinya bahwa Anwar Megga bukan merupakan penduduk asli Kabupaten Karo. Yang bersangkutan warga Medan yang mendaftar di  KPU Karo.

Melihat banyaknya polemik dan kontroversi Anwar, patut dipertanyakan kelayakannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai komisioner KPU.

Sementara itu, saat dikonfirmasi di KPU Karo, Anwar menyerahkan pengaduan terhadap dirinya kepada Pansel.

“Udah biar Pansel aja yang nilai,” katanya singkat.

Anwar pun enggan menjelaskan lebih jauh seputar tindakannya yang diadukan para staf termasuk soal kevalidan dokumen miliknya tersebut. OS-01

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here