872 views

3 Mahasiswa UMN Medan dan Seorang Pelajar Hilang Terseret Arus Sungai Asahan

by
Ketiga mahasiswi (lingkaran merah) yang menjadi korban hanyut di Sungai Asahan/foto : ferry

Onlinesumut-ASAHAN : Tiga orang mahasiswa dan seorang pelajar yang sedang mandi di lokasi wisata pemandian alam bedeng Dusun III, Desa Marjanji Aceh, Kec Aek Songsongan, Kab Asahan, Rabu (8/8/2018), sekitar pukul 16.00 wib, hanyut setelah terseret derasnya arus Sungai Asahan.

Data yang dihimpun Onlinesumut, keempat korban yang hingga kini tak diketahui keberadaannya itu yakni Maya Daulay (21), mahasiswi UMN Medan, warga Tembung, Deliserdang, Maulidia (21), mahasiswi UMN Medan, warga Tembung, Deliserdang, Dwi Hadi Mahendra ,21, mahasiswa UMN asal Sumatera Barat dan Feri (14), pelajar SMPN 5 Kisaran , warga Kel Siumbut-umbut, Kisaran.

Masyarakat sekitar bernama Rio Tarigan (47) ketika dihubungi melalui selularnya membenarkan soal insiden yang kini membuat keempat wisatawan itu hilang terseret arus sungai di lokasi wisata itu.

Rio juga mengatakan awalnya mereka bersama rombongan sebanyak 14 orang datang dari Kisaran dengan menumpang mobil pick up bernopol BK 9504 VM ke tempat wisata alam pemandian Bedeng yang ada di Dusun III, Desa Marjanji Aceh, Kec Aek Songsongan. Sekitar pukul 15.30 wib, m rombongan yang berjumlah 14 orang tersebut sudah berada di tepi aliran sungai Asahan.

Dari ke 14 belas orang tersebut terdapat 8 orang mahasiswa yang baru selesai menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Siumbut umbut kecamatan Kota Kisaran Timur, Asahan dan 6 orang lainnya merupakan warga Siumbut-umbut.

“Selang tiga puluh menit kemudian rombongan tersebut mandi di tepian
sungai Asahan. Tiba-tiba dua orang terbawa derasnya arus sungai Asahan, dan untuk menyelamatkan kedua orang tersebut 3 orang rekan serombongan tersebut mencoba untuk memberikan bantuan dengan cara menceburkan diri ke sungai Asahan tersebut” terang Rio Rabu malam.

Naas, niat untuk menolong akhirnya justru membuat ketiganya juga terseret derasnya arus Sungai Asahan. Adlin (35) warga setempat yang melihat kejadian dari jarak kurang lebih 150 meter langsung memberikan bantuan dan berhasil menyelamatkan satu orang yang hanyut bernama Fandi Ahmad Siregar.

“Sementara empat orang lainnya tidak dapat diselamatkan dan terseret derasnya arus sungai Asahan” paparnya.

Hingga Rabu malam sekitar pukul 21.40 wib, pihak BPBD Asahan bersama tim Basarnas di Tanjungbalai yang sudah menerima laporan belum juga sampai di lokasi kejadian untuk membantu pencarian korban hanyut tersebut.

“Untuk sementara hanya warga masyarakat dengan peralatan seadanya membantu menyisir tepian sungai Asahan ini untuk mecari korban tersebut” imbuhnya.

Sementara, Camat Aek Songsongan K Parapat ketika dikonfirmasi melalui selularnya mengatakan, hingga malam ini keempat korban hanyut yang hilang belum ditemukan. Warga sekitar sudah memberikan bantuan dalam pencarian dengan peralatan seadanya.

“Kami masih menunggu bantuan tim dari BPBD Asahan yang mempunyai peralatan yang memadai serta personel yang dapat diharapkan. Serta kami juga sudah meminta bantuan tim Basarnas yang ada di Tanjungbalai, namun keduanya hingga malam ini belum sampai dilokasi kejadian” pungkasnya mengakhiri selularnya. OS-fer/01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *