76 views

Girangnya Mereka Saat Bermain Guli, Engkrang Batok dan Gobak Sodor…

Onlinesumut – MEDAN : Anak yang Gesit-Empati-Berani-Unggul-Sehat (GENIUS), menjadi tema peringatan Hari Anak Nasional 2018 yang diusung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan, Anak Indonesia, Anak GENIUS.

Di Medan, peringatan kecil-kecilan namun meriah dilakukan anak-anak Lingkungan IV Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Bersama Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI), mereka mengadakan lomba permainan tradisional yang sudah diambang punah. Seperti guli dan guli sendok, engkrang batok, gobak sodor, congklak, engklek, tarik tambang, dan lainnya.

Kegirangan tak bisa ditutupi dari muka-muka polos itu. Sejenak mereka menghentikan kegilaan memainkan gawai, mainan kekinian yang banyak dituding membuat anak-anak kecanduan, hilang empati dan tidak peduli dengan lingkungannya. Contohnya Arya, anak berusia tujuh tahun ini asyik mengikuti lomba guli sendok dan enggrang batok.

“Suka aku main ini, senang bisa sama-sama kawan. Pas mau ikut lomba, latihan dulu aku biar menang,” kata tertawa, Senin (23/7).

Lala (6), yang baru pertama kali mengetahui permainan guli sendok dan berani ikut lomba, pun mengaku senang.

“Baru pertama kali ini awak (aku) ikut lomba, senang aku,” katanya disambut sorak kawan-kawannya.

Lela;h bermain, anak-anak dihibur penyanyi cilik asal Kota Medan, Jocelyn Siahaan (10). Mengenakan pakain tradisional, Joice menyanyikan dua lagu yaitu Indonesia Jaya dan Laskar Pelangi. Juara satu vokal solo antar sekolah se-Sumatera Utara 2018 ini mengajak para penonton mengiringinya dengan menggerakkan tangan.

“Aku senang bisa ikut di sini, menyanyikan lagu dan ikut bermain sama kawan-kawan,” ungkapnya.

Ibu Joice, Rozky Simbolon yang menemani mengatakan, dirinya sangat mendukung bakat dan potensi yang dimiliki anaknya.

“Saya mendukung saja, Jocelyn punya cita-cita ingin jadi penyanyi internasional,” ungkap dia.

Ketua YAFSI Badriyah mengatakan, Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap 23 Juli sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984. Lomba permainan anak-anak yang dilakukan lembaganya untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam memenuhi hak anak. Momen HAN kali ini, YAFSI menuntut agar Kota Medan menjadi kota layak anak.

“Kota layak anak adalah kota yang dengan sistem pembangunan berbasis hak anak. Komitmen, sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha terintegrasi. Harapannya Kota Medan menjadi kota yang peduli terhadap anak,” katanya.

Koordinator Program YAFSI Kartika Ayu menambahkan, butuh dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan kota layak anak.

“Butuh komitmen kuat dan kerjasama semua pihak, mulai masyarakat, pemerintah, keluarga, bahkan media massa,” ujarnya. OS-02

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *