1,751 views

Dalam Sepekan, 3 Kasus Menonjol Diungkap Polres Nias

by
Kapolres Nias AKBP Deny Kurniawan (dua dari kanan) disampingi oleh Wakapolres, Kasat Reskrim, Kanit II Satreskrim dan Paur Humas Polres saat menggelar konpeferensi pers/edy

Onlinesumut-GUNUNGSITOLI : Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Nias, Sumatera Utara berhasil mengungkap tiga kasus menonjol yang terjadi di wilayah hukum tersebut selama sepekan terakhir. Ketiga kasus itu diantaranya curanmor, judi online dan pengungkapan aktor pembobol uang nasabah BRI.

“Tiga kasus ini merupakan atensi Kapolri dalam pemberantasan berbagai kasus kriminal untuk memberikan efek jera kepada para pelaku,” ujar AKBP Deny Kurniawan dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (19/07/2018)

Menurut Deny, penangkapan pertama terhadap tersangka curanmor berinisial RL dan YIL. Ketiganya, warga Desa Binaka, Kec Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli. Sedangkan 1 tersangka lainnya berinisial EPZ kini masih berstatus DPO.

Dari tangan tersangka turut diamankan 1 unit sepeda motor merk Yamaha Mio warna hitam atas laporan Korban Ina Muti.

“Tersangka curanmor ini kita jerat pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” sebutnya.

Lanjut Deny, kasus kedua yakni engungkapan kasus judi togel online dengan tersangka berinisial NZ warga Desa Ononamolo II Lot, Kota Gunungsitoli yang terjadi pada 18 Juli 2018.

“adapun barang bukti yang sudah kita amankan berupa 11 lembar kertas bertuliskan angka, satu unit handphone dan dua lembar uanhlg pecahan 10 ribu,” kata kapolres.

Tersangka judi online tersebut dijerat pasal 303 ayat 1 subs pasal 303 ayat 1 ke 1,2 KUHPidana, Yo pasal 2 ayat 3 UU No. 07 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.

Sedangkan, Pencurian dan pemalsuan dokumen nasabah BRI berinisial FZ warga Desa Tanayao, Kec Tuhemberua, Nias Utara berhasil diamankan setelah dua kali tidak menghiraukan surat panggilan penyidik. FZ juga diketahui sebagai agen Prudenstial Lotu dan diduga aktor dibalik pembobolan uang nasabah BRI itu.

“Kejadiannya pada Rabu 21 Maret 2018 lalu, dua tersangka lain berinisial MPZ dan RDFZ saat ini sedang menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Gunungsitoli,” jelas Deny.

Korban, Atilina Zalukhu warga desa Lukhu Lase, Kec Lahewa Timur, Nias Utara berhasil dibobol Rp808 Juta oleh para agen prudential.

Terhadap tersangka pembobol, dijerat pasal 363 ayat 4 subs pasal 362 dan atau 263 dan atau 378 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara. OS-ed/01

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *