Tersangka Bagus Pratama dan Dicky Pradana terduduk di kursi roda usai menjalani perawatan untuk mengeluarkan peluru petugas yang bersarang di kaki keduanya (foto atas) dan sejumlah barang bukti hasil kejahatan yang disita petugas Polres Binjai (foto bawah)/fery

https://fakiderlik.ru/kizilorda.html Onlinesumut-BINJAI : Berakhir sudah pelarian dua kawanan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Bagus Pratama (19) dan Dicky Pradana (20), warga Jl MT Haryono, Lingk I, Kelurahan Damai, Kec Binjai Utara yang selama ini keberadaannya sangat meresahkan warga Kota Binjai.

Keduanya tak lagi bisa berkutik, setelah peluru petugas Satreskrim Polres Binjai turut berbicara dalam penyergapan di Perumahan PTPN V Afdeling II Sei Kencana, Desa Senamanenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, ketika keduanya mencoba melawan.

Dari catatan kepolisian, duo spesialis curanmor ini telah mencuri 13 unit sepeda motor. Tak hanya kedua pelaku, seorang penadah hasil kejahatan kedua pelaku yang tertangkap, semakin membuat kasus ini menjadi terang benderang.

Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak menjelaskan, keduanya diamankan Opsnal Unit 1 Pidum Satreskrim Polres Binjai pada Senin dini hari (16/7/2018) di luar Kota Binjai.

“Mereka ini sudah beraksi 10 kali lebih di wilayah hukum Polres Binjai. Mereka biasa beraksi dengan target sepeda motor warga yang terparkir di depan-depan rumah dan halaman masjid,” ungkap Donald, Selasa (17/7/2018).

Aksi keduanya sudah berulang kali dilaporkan ke Polres Binjai. Di antaranya sesuai LP/334/VI /2018/RES BINJAI TKP di Jalan Perintis Kemerdekaan Desa Sambi Rejo Kecamatan Binjai tangg 22 Junj 2018, LP/38 /VI/ 2018/SPKT-C/ Polsek Binjai Selatan atas nama Mas Eka Dharma, yang hilang di parkiran Masjid Nurul Huda Jakan Gunung Bendahara Kelurahan Binjai Estate tanggal 22 Juni 2018.

Menyikapi sejumlah laporan petugas pun melakukan penyelidikan hingga akhirnya diketahui keberadaan kedua tersangka berada di Kabupaten Kampar, Riau. Kapolres pun mengerahkan Kanit Pidum Ipda Hotdiatur Purba dan sejumlah personel menuju lokasi.

“Kami mendapat informasi bahwa Bagus dan Dicky berada di Perumahan PTPN V Afdeling II Sei Kencana, Desa Senamanenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Kanit Pidum pun mendapatkan keberadaan mereka,” jelasnya.

Opsnal Unit Pidum pun melancarkan penggerebekan di perumahan yang dimaksud, dan berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka untuk dibawa ke Mapolres Binjai. Keduanya sempat melawan berupaya melarikan diri, sehingga kaki keduanya ditembak petugas.

“Mereka dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur pada saat melakukan pengembangan dan mencari BB. Kedua tersangka mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap anggota Opsnal Pidum Satreskrim Polres Binjai, sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur,” ucapnya.

Hasil interogasi awal diketahui bahwa tersangka telah melakukan beberapa kali aksi nekad curanmor di Wilkum Polres Binjai. Antara lain mencuri dua Honda Supra 125 di Tanjung, Yamaha Mio di Pasar 5 Tandam, Honda Supra 125 di Pasar 5 Kampung Damai, Honda Beat di Tanjung Jati.

Kemudian Honda Revo di Km 18, Honda Beat di Jati Negara, Honda Verza di Sambirejo, Honda Supra 125 di Tanah Seribu, Kawasaki KLX di Jati Negara, Honda Supra 125 di Pasar 4 Jalan Jawa, Honda Beat di Jalan Jawa simpang 3, Honda Beat di Jatinegara.

“Sejauh ini barang bukti yang telah diamankan empat Sepeda Motor Supra 125 BK 2789 RAH warna merah, Sepeda Motor Supra 125 6247 ADQ warna merah, Sepeda Motor Verza tanpa plat warna biru, Sepeda Motor Ninja tanpa plat warna pink. Selain itu diamankan juga satu handphone Nokia warna hitam, satu handphone Samsung J1 Prime,” terang mantan Kapolsek Medan Baru ini.

Dalam pengungkapan kasus ini, kata Donald, petugas juga turut mengamankan seorang penadah sepeda motor curian atas nama M Ferdi warga Jalan Gumba, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara. Selama ini dikabarkan sepeda motor hasil kejahatan itu dijual ke Marelan.

“Biasa main sama Dicky, sudah 13 kali metik. Biasa di parkiran masjid, atau halaman rumah warga. Biasa pakai kunci T dengan waktu lima menit saja,” kata Bagus.

Sementara M Ferdi mengaku hanya sebagai perantara menjualkan sepeda motor ke Marelan. Sepeda motor jenis bebek dijual murah Rp2 juta, sedangkan motor sport dijual dengan harga Rp3 juta.

“Ada orang Marelan yang nampung, biasa jual ke Marelan via telepon. Aku cuma jualkan 13 sepeda motor dapat Rp 200 ribu,” pungkas M Ferdi

Akibat perbuatan ini, keduanya terbukti melanggar tindak pidana Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan penadahnya dijerat Pasal 480 dan terancam hukuman 5 tahun penjara. OS-fer/01

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here