1,647 views

Jelang Suksesi Ketua DPD Gerindra Sumut, Edy Rahmayadi Jadi Pilihan Utama

by
Kemesraan antara Gus Irawan Pasaribu dengan Edy Rahmayadi yang terjalin selama ini, terancam berakhir dengan persaingan menyusul mencuatnya kabar Edy bakal menjadi nominasi utama menggeser posisi Gus dalam suksesi kepemimpinan DPD Partai Gerindra Sumut mendatang (foto : fb gus irawan)

Onlinesumut-MEDAN : Kemenangan Edy Rahmayadi merebut tampuk pimpinan sebagai Gubernur Sumatera Utara, turut menjadi angin segar bagi para kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di provinsi ini.

Tidak hanya karena keberhasilan Gerindra mengusung jagoannya itu dalam Pilgubsu 2018 lalu, Edy Rahmayadi rupanya masuk dalam figur utama yang bakal menggeser posisi Ketua DPD Partai Gerindra Sumut untuk menggantikan Gus Irawan Pasaribu.

Peluang Edy memimpin partai besutan Prabowo Subianto itu semakin besar, karena masa kepemimpinan Gus juga akan segera berakhir. Mantan Pangkostrad itu dianggap sosok mumpuni untuk memperbaiki Gerindra Sumut di bawah kendali Gus yang belakangan terus dilanda prahara sekaligus dianggap sebagai sosok tepat untuk mendulang suara dari Sumut demi memenangkan Prabowo dalam Pilpres 2019.

Menanggapi wacana yang kuat berembus itu, pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU) Dadang Darmawan Pasaribu mengaku kaget dengan isu yang mulai bergulir tersebut.

“Waw..luar biasa” ucap Dadang sempat terperanjat begitu mendengar kabar ini kepada Onlinesumut, Senin (9/8/2018).

Setidaknya, kata Dadang, ada beberapa hal harus menjadi perhatian utama yang patut menjadi kajian Gerindra, jika wacana suksesi dan menempatkan Edy itu bakal terjadi.

“Secara politik, jelas akan terjadi guncangan di internal, meski kita paham kalau di tubuh partai pasti ada yg pro kontra. Kita tak menampik bahwa kebijakan memecat 17 DPC akan menimbulkan tekanan tertentu pada Gus. Namun kontribusi terhadap kemenangan Eramas juga tak bisa dinegasikan oleh DPP” ucap Dadang menganaliasis.

Menjelang 2019 untuk menghadapi Pilpres, sambungnya, jelas dibutuhkan soliditas partai.

“Saya khawatir pergantian jelang 2019 akan lebih banyak masalahnya. Tapi jika isu ini sdh muncul, suka atau tidak masyarakat sudah paham bahwa ditubuh Gerindra Sumut sedang terjadi ‘gempa lokal’ yang ujungnya akan membawa pengaruh negatif pada partai yang mngkin saja bisa signifikan” ungkapnya.

Sementara, ketika disinggung munculnya wacana tersebut erat kaitannya untuk menguatkan grass root (akar rumput) Gerindra dalam memenangkan Prabowo di Pilpres mendatang, Dadang juga menilai ada persepsi yang demikian.

“Bisa saja ada niatan ke arah itu. Namun dinamika Pilpres pasti beda dengan Pilkada. Yang pasti posisi Edy Ramayadi akan diuntungkan sebagai gubernur walau itu juga tak akan menjamin kemenangn dalam Pilpres sebagaimana yang terjadi saat Gatot Pujo Nugroho menjadi Gubernur dan Prabowo kalah di Sumut” urainya.

Menyinggung estimasi hitungan politik ke depan untuk memenangkan Prabowo jika akhirnya Edy betul didapuk menjadi Ketua DPD Gerindra Sumut, Dadang juga tak menampiknya.

“Saya kira 60% dukungan Eramas itu yang ingin dipertahankan Prabowo untuk 2019” tutup Dadang. OS-01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *